Mei 8, 2021

Share and Protect

Wiranto Blak-Blakkan Soal Strategi Hadapi OPM, JK Ungkap Ratusan Triliun di Papua!

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

Sukon, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukan) Wiranto mengungkap strategi baru untuk memberantas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Salah satunya adalah menurunkan pasukan bantuan nonorganik yang didatangkan dari luar Papua.

“Memang ada satuan bantuan nonorganik, tidak hanya organik pasukan Brimob-TNI di Papua yang dikerahkan,” tegas Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/12).

Hal itu penting untuk dilakukan lantaran medan di wilayah tersebut sangat sulit.

“Operasi pengejaran yang tidak mudah karena medannya sulit sekali,” lanjut Wiranto.

Wiranto membahas militer, Wakil Presiden Jusuf Kalla justru menyoroti pihak Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Menurut JK, permintaan dialog yang diajukan pihak OPM tidak masuk akal.

“Opsi dialog itu juga pertanyaannya apanya lagi yang bisa didialogkan? Semua sudah dikasih ke daerah Papua kecuali kemerdekaan,” tegas JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (11/12).

Di bidang ekonomi, Papua sudah mendapatkan dana otonomi khusus yang terbilang besar bahkan melebihi pajak royalti Freeport ke pemerintah pusat.

“Freeport itu pada tahun lalu hanya membayar pajak royalti sedikit di atas Rp 10 triliun. Dan dulu pernah Rp 18 triliun. Kita transfer ke Papua itu hampir Rp 100 triliun. Jadi pikiran bahwa kita ini mengambil kekayaan Papua sama sekali tidak,” cetusnya.

“Jadi politik sudah dikasih, ekonomi sudah dikuasai. Apanya lagi yang bisa didialogkan coba? Semua sudah maksimum. Maka tinggal juga pemahaman yang dilakukan oleh masing-masing pihak pimpinan-pimpinan untuk memahami supaya bersih birokrasi di sana, supaya apa yang telah diberikan dinikmati semua pihak,” pungkasnya.

 


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •