Waspada! Sumedang Akan Rawan Bencana Akibat Cuaca Ekstrim Sampai Awal Februari

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ilustrasi Hujan Angin. Foto : istimewa

Sumedang, Medkom – Sumedang diprediksi akan menjadi salah satu daerah rawan terkena bencana yang diakibatkan berhembusnya angin Monsun Asia. Angin monsun adalah angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan.

Fenomena angin Monsun Asia ini disebabkan adanya pergerakan massa udara basah (MGO) di Samudera Hindia yang mengarah ke Timur Indonesia. Akibatnya pertumbuhan awan menjadi sangat intens. Hal ini juga memengaruhi kecepatan angin menjadi ekstrem hingga bisa mencapai kecepatan 31 knot.

Dengan adanya angin Monsun Asia ini, daerah yang dilewatinya akan terkena hujan lebat dan angin kencang. Hal ini akan memicu banjir, genangan air yang besar, tanah longsor, angin kencang dan pohon tumbang.

Monsun Asia yang melintasi khatulistiwa ini akan menyebabkan wilayah bagian tengah Jawa Barat akan dilanda cuaca ekstrem untuk beberapa pekan ke depan.

Dikutip dari kompas.com, Kepala BPBD Kabupaten Sumedang Ayi Rusmana mengatakan, BMKG telah memperingatkan bahwa Sumedang akan dilanda hujan lebat yang disertai dengan angin kencang pada 11 Januari hingga awal Februari nanti.

Dengan adanya peringatan dari BMKG ini, masyarakat Sumedang diminta untuk berhati-hati. Karena dampak yang ditimbulkan akan cukup merugikan.

“Iya informasinya sudah kami terima dan sudah kami sampaikan pula saat Apel Siaga Bencana kemarin (Rabu),” ujar Ayi Jumat (10/1/2020), seperti dikutip dari Kompas.com.

Monsun Asia akan menyebabkan cuaca ektrim di bagian tengah Jawa Barat, yang mana Sumedang adalah daerah berada tepat di wilayah tengah yang berbatasan langsung dengan ibu kota Jawa Barat, Bandung.

“Yang pasti kami siap siaga menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang akan terjadi karena memang wilayah Sumedang ini daerah yang kerawanan bencana banjir, longsor, dan angin puting beliungnya masuk kategori sedang tinggi,” katanya, seperti dikutip dari kompas.com.

Akibat dari aktivitas Angin Monsun Asia ini, BMKG memprediksi wilayah Jabodetabek juga masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sampai 12 Januari 2020.

“Seperti yang telah dirilis BMKG sebelumnya bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi. Hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan aktivitas monsun Asia masih signifikan, gelombang atmosfer (MJO) masih aktif di wilayah Indonesia,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo dalam keterangannya, Rabu lalu (8/1/2020) di Jakarta.

Dikutip dari berbagai sumber

Editor : Raden Erik


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *