Waspada! Inilah Perbedaan Daging Sapi dan Daging Babi

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Perbedaan daging sapi dan daging babi. Foto : argoindustri.id
Beberapa hari ini, masyarakat di Kabupaten dan Kota Bandung dihebohkan dengan terungkapnya kasus penjualan daging babi yang direkayasa agar menyerupai daging sapi.Dilansir dari Tribun Jabar, akun Instagram @tmcpolrestabandung membagikan perbedaan atau ciri-ciri dari daging sapi, daging celeng, dan daging babi. Postingan itu diunggah agar warga tak tertipu saat hendak membeli daging sapi.

Ada beberapa aspek yang dimasukkan, di antaranya adalah warna, serat daging, tekstur, lemak daging, hingga aroma.

Berikut adalah perbedaan atau ciri-cirinya:

Daging sapi

Warna: Merah tua

Serat daging: Kasar, rapat

Tekstur: Kenyal

Lemak daging: Tebal dan keras

Aroma: Khas bau sapi

Daging celeng

Warna: Merah muda

Serat daging: Agak kasar

Tekstur: Lunak

Lemak daging: Tipis

Aroma: Amis dan anyir

Daging babi

Warna: Merah pucat

Serat daging: Halus, renggang

Tekstur: Lunak

Lemak daging: Tebal dan lunak

Aroma: Amis

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar juga telah menjelaskan tips untuk membedakan ketiga daging itu.

Dia mengatakan, dalam kondisi normal, sebenarnya bisa terlihat sangat jelas perbedaan daging sapi, babi, dan celeng secara kasat mata.

Kendati demikian, kata Gin Gin, jika daging celeng atau babi dicampur boraks dan dibekukan, warnanya memang menyerupai daging sapi.

Lebih lanjut dia mengungkapkan mengenai ciri-ciri atau perbedaan daging-daging itu.

Apa yang dikatakan oleh Gin Gin senada dengan postingan akun Instagram @tmcpolrestabandung.

Dia mengatakan, daging sapi memiliki warna merah tua, serat daging kasar dan rapat, kemudian teksturnya relatif lebih kenyal.

“Jadi kalau ditekan oleh jari, nanti daging sapi itu akan kembali lagi. Lalu, lemak daging sapi tebal dan keras dengan bau khas sapi,” ujarnya.

Sementara itu, untuk daging babi warnanya merah pucat, serat dagingnya halus dan renggang, teksturnya lebih lunak dibanding daging sapi, lemaknya tebal dan lunak, serta berbau amis.

Sedangkan daging celeng umumnya berwana merah muda, akan sangat kontras bila dibandingkan dengan daging sapi.

Serat daging celeng relatif lebih kasar bertekstur lunak dengan lemak daging yang lebih tipis dan dari segi aroma daging celeng lebih amis dan anyir.

Heboh Daging Babi Dijual di Pasar Kabupaten Bandung

Warga Kabupaten Bandung geger oleh temuan daging babi yang direkayasa menyerupai daging sapi lalu dijual.

Daging babi itu dijajakan oleh para pelaku di Pasar Baleendah, Banjaran, dan Majalaya.

Ada empat pelaku yang diamankan. Beberapa di antaranya adalah dua orang sebagai pengepul yakni P (46), T (55) dan dua orang pengecer yakni AS (39), dan AR (38).

Menurut Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan, penangkapan dilakukan Sabtu, (9/5/2020), sekitar pukul 16.00 WIB, di Kampung Lembang, RT 13/03, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, pihaknya awalnya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di sekitar Desa Kiangroke ada aktivitas penjualan daging babi.

Setelah itu, petugas dari Porlesta Bandung melakukan penyelidikan di TKP.

Hasilnya, ternyata benar. P dan T merupakan pengepul daging babi.

“Namun dijual ke publik atau masyarakat sebagai daging sapi,” kata Hendra.

Pengepul tersebut ternyata bukan warga asli Banjaran, mereka hanya mengontrak saja di sana.

Dikatakan Hendra, di rumah P ditemukan dua buah freezer besar diduga berisi daging babi sebanyak 500 kg.

P dan T mengaku mendapat pasokan daging babi dari Solo, Jawa Tengah dengan harga Rp 45 ribu.

Petugas kemudian melakukan pengembangan terhadap para pengecer.

Didapat dua orang terduga pengecer, yakni AS dan AR.

Mereka berdua menjual daging itu ke masyarakat umum.

“Dia (P dan T) telah menjual daging babi sekitar satu tahun. P dan T menjualnya Rp 60 ribu per kg dan ditingkat pengecer dijual Rp 75.000- Rp 90. 000 per kg. Selama sekitar satu tahun, mereka telah menjual sekita 63 ton. Atau sekitar 600 kilogram per minggunya,” ” kata Hendra.

Hendra memaparkan, para pelaku mengawetkan daging babi dan mengolah daging babi seolah-olah daging sapi.

Para pengepul mencampurkan borak ke daging babi tersebut

“Sehingga warnanya lebih merah menyerupai daging sapi. Sebab perbedaan daging sapi dan babi, daging babi warnanya lebih pucat,” katanya.

Daging tersebut dijual oleh para pelaku di Pasar Baleendah, Banjaran, dan Majalaya.

Hendra mengatakan, diduga daging telah beredar kepada para pembeli, baik untuk konsumsi rumah tangga, maupun para penjual bakso di 3 kecamatan itu.

Kendati demikian, dia meminta masyarakat tak perlu khawatir pasalnya daging yang ada sudah disita.

“Namun ke depannya diimbau agar lebih berhati-hati lagi, apabila akan membeli daging sapi, terutama jika harganya relatif murah dengan harga pasaran,” katanya.

Hendra memaparkan, pelaku memperdagangkan barang atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan oleh undang-undang.

Para pelaku terancam hukuman penjara maksimal selama 5 tahun penjara.

“Sebagaimana dalam pasal 91A, Jo pasal 58 ayat (6) UURI no. 41 tahun 2014, tentang peternakan dan kesehatan hewan, dan atau Pasal 62 ayat (1) jo dan Pasal 8 ayat (1) UURI no 8 th 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” kata dia.

Hendra berujar, tak menutup kemungkinan ada pelaku lain.

Pihaknya masih mengembangkan kasus itu untuk mengetahui sejauh mana pemasarannya.


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *