Warga Sumedang Hampir Kena Tipu Polisi Gadungan

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, Sukon – Modus penipuan semakin beragam, contohnya modus penipuan dengan mengatakan seorang saudara yang ditilang polisi karena tidak membawa surat-surat berkendara kini marak terjadi. Penipuan sendiri umumnya dilakukan via telepon.

Terbaru,  seorang warga Ketib Sumedang bernama Haji Dudung hampir menjadi korban. Ia menceritakan bahwa tadi siang Kamis (29/11/2018) dirinya mendapat telepon dari seseorang yang mengaku polisi. Orang tersebut mengatakan bahwa keponakan Haji Dudung yang berasal dari luar kota telah kena tilang di Tugu Binokasih Sumedang.

Kemudian menurut Haji Dudung,  oknum yang mengaku sebagai polisi itu mengatakan bahwa saudaranya sekarang tengah ditahan di Polres Sumedang karena tidak bisa menunjukan surat – surat kendaraan.

Untuk meyakinkan, si penelepon mempersilakan Haji Dudung untuk berbicara  dengan saudaranya melalui telepon orang yang mengaku polisi itu. Orang yang mengaku sebagai saudaranya tersebut kemudian menceritakan bahwa dirinya di tilang karena tidak membawa surat kelengkapan dan mobilnya tidak memakai pelat nomor.

“Dari suaranya, saya sempat yakin bahwa dia benar keponakan saya.  Lalu si Penipu yang mengaku keponakan saya ini mengaku ingin berdamai saja, seraya meminta disediakan uang.” ujarnya.

Polisi gadungan itu menerangkan kepada Haji dudung bahwa denda harus ditransfer karena menggunakan program e-tilang.

“Saya sempat meminta kepada oknum itu agar permasalahan ini diselesaikan dengan cara damai saja,” lanjutnya.

Permintaan ‘damai’ itu ternyata disambut baik oleh si penipu, seraya meminta kepada Haji Dudung agar ditransfer sejumlah uang  ke nomor rekening yang dia berikan sebagai kompensasi damai. Namun anehnya, yang diminta malah jauh melebihi dari nilai tilang resmi.

Keberatan dengan nilai yang diminta oleh si penipu, Haji Dudung kemudian meminta agar teleponnya diputus terlebih dahulu dengan maksud agar dirinya bisa memberi kabar kepada istri keponakannya itu. Namun  hal tersebut dicegah oleh si polisi gadungan itu.

Sang penipu meminta agar teleponnya tidak diputus seraya terus memaksa agar segera dikirim uang untuk segera membayar ‘denda tilang’ sambil mengancam akan memenjarakan keponakannya itu.

Merasa ada kejanggalan, akhirnya Haji Dudung nekat memutus telepon lalu menghubungi istri keponakannya yang berada di luar kota.

“Saat ditanyakan kepada istrinya, ternyata keponakan saya  dipastikan tengah berada di tempat kerjanya.” kata Haji Dudung.

Sadar bahwa dirinya sedang ‘dikerjai’, Haji Dudung kemudian sengaja menunggu si penipu menelepon lagi. Ternyata benar, oknum ‘polisi’ gadungan itu menghubunginya lagi.

“Saat dia menelepon lagi, langsung saya hardik orang itu, dan begitu saya bentak dia langsung menutup teleponnya begitu saja.” pungkasnya.

Modus penipuan semacam ini memang masih sering terjadi. Penipu biasanya menelpon korban dengan cara jangan atau tidak sampai terputus teleponnya.

Walaupun itu terputus penipu akan menelpon korban lagi hingga misi tercapai. Mohon agar masyarakat lebih berhati hati dalam menerima informasi dari pihak – pihak yang yang tidak jelas, apalagi dengan disertai permintaan uang. (Erix Right).


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *