Walau Dituntut ke Pengadilan, CEO Google Tak Menyesal Pecat James Damore

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KOMPAS.com – CEO Google, Sundar Pichai, memecat karyawannya yang bernama James Damore pada Agustus 2017 lalu. James Damore dianggap melecehkan perempuan dengan menulis dan menyebarkan memo setebal 10 halaman yang mengkritik program keberagaman gender dalam perusahaan.

Tak terima dipecat, James Damore pun menuntut Google atas tuduhan diskriminasi terhadap ideologi politik konservatif yang dianutnya. Proses hukum masih berlangsung, tetapi Sundar Pichai tak ciut.

Ia mengatakan sama sekali tak menyesal memecat James Damore. Menurut dia, James Damore telah melanggar nilai yang dipegang Google, yakni soal menjunjung tinggi keberagaman.

“Sangat penting bagi kaum perempuan di Google, dan semua orang di Google, bahwa kami ingin membuat lingkungan yang inklusif,” kata Sundar Pichai.

“Saya menyayangkan sebagian orang salah paham kepada kami, seakan-akan kami melakukan ini karena pilihan politik tertentu,” ia menambahkan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (22/1/2018), dari The Verge.

Diketahui, dalam memo yang ditulis James Dalmore, ia beranggapan bahwa Google seharusnya tidak menekankan adanya kesetaraan gender. Menurutnya, kelangkaan pimpinan perempuan di dunia teknologi lebih banyak disebabkan oleh faktor biologis.

Memo tersebut juga berisi tuduhan bahwa Google membungkam berbagai opini politik konservatif. Memo itu kemudian di-posting di forum internal perusahaan.

Kemudian, memo tersebut menjadi viral di kalangan karyawan, dan akhirnya bocor ke khalayak ramai. Pada akhirnya, manajemen mengetahui adanya memo tersebut dan memutuskan untuk bertindak tegas.

Sundar Pichai sampai turun tangan langsung menanggapi memo tersebut. Ia mengatakan stereotipe berdasarkan gender bertentangan dengan etika kerja di Google.

Alhasil, berdasarkan kesepakatan anggota dewan eksekutif Google, James Damore dipecat. Ketika ditanya soal tuntutan hukum yang dilayangkan James Damore sekitar bulan lalu, juru bicara Google menanggapi pihaknya siap dengan segala risiko.

“Kami berharap bisa membela diri dari tuntutan Damore di pengadilan,” ujarnya.

WAHYUNANDA KUSUMA PERTIWI
Sumber : www.kompas.com


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *