Tim Gabungan Kembali Berhasil Temukan Tiga Korban Tewas Tanah Longsor Cimanggung

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, medkom.id – Memasuki hari ke-9 pencarian korban yang tertimbun tanah longsor di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung, tim gabungan dari TNI/POLRI, Basarnas, PMI, Damkar dan seluruh relawan tanpa mengenal lelah terus bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi longsoran tanah.

Pasi Ops Kodim 0610/Sumedang Kapten Inf Dadang Sopian, dihadapan para wartawan memberitahukan bahwa sampai dengan hari Minggu (17/01/2021), pukul 13.30 WIB, tim evakuasi kembali menemukan 3 orang korban yang terkubur longsoran tanah.

Korban yang baru ditemukan tersebut telah berhasil diindentifikasi atas nama Dea Ayuni (23) jenis kelamin perempuan yang merupakan warga Dusun Cibitung RT 03 / RW 03 Desa Sawahdadap.

Korban yang kedua juga berjenis kelamin perempuan bernama Neng (45), warga Dusun Cibitung Rt 03 Rw 03 Ds Sawahdadap.

“Sementara untuk satu orang korban yang terakhir ditemukan belum teridentifikasi.” terangnya lagi.

Dengan tambahan temuan tiga orang korban tewas tersebut, total korban tewas yang sudah berhasil ditemukan berjumlah 32 orang. Diperkirakan masih ada 8 orang lagi yang masih dalam pencarian.

“Kami anggota TNI khusus nya dari anggota Kodim 0610/Sumedang selalu siap mendukung kegiatan ini karena sudah merupakan kewajiban kami sebagai tentara yang sesuai dengan Undang Undang no.34 tahun 2004 tentang TNI pasal 7 ayat(2) Tugas pokok TNI itu dilakukan dengan Operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang.” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, bagi TNI, operasi militer selain perang yaitu wajib membantu pemerintahan daerah dalam penanggulangan bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan serta Membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue) yang dalam pelaksanaanya dapat bergabung dengan tim lainnya dari pemerintahan daerah.

Pasi ops Kapten Inf Dadang Sopian menekankan kepada seluruh anggota dilapangan agar selalu menjaga dan mengutamakan faktor keamanan didalam melaksanakan kegiatan evakuasi.

“Yang lebih utama lagi, tetap menjaga keharmonisan dan solidaritas diantara semua anggota dari (seluruh) satuan, instansi dan relawan yang ada dilapangan.” tegasnya.(pendim)

Editor : Raden Erik


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *