Mei 8, 2021

Share and Protect

Terbukti Secara Ilmiah!! Banyak Bersyukur dan Bahagia Dapat Membuat Tubuh Menjadi Kebal Virus Corona

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ilustrasi kekebalan tubuh. Foto: Istimewa
Apakah Anda masih mencari cara supaya tidak tertular virus corona?
Mulai dari beli vitamin sampai empon-emponan, semua diusahakan demi kita dan keluarga terbebas dari virus mematikan ini.

Namun nyatanya pandemi Covid-19 tak hanya mengancam kesehatan fisik masyarakat saja.

Kesehatan mental orang-orang pun diuji. Baik menghadapi kabar perkembangan kasus-kasus yang ada, juga menghadapi situasi social distancing.

Seperti diketahui, kini semua orang diimbau untuk melakukan social distancing demi mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih parah.

Saat menghadapi berbagai hal itulah kesehatan mental harus lebih diperhatikan, pasalnya ini juga dapat berimbas pada kesehatan fisik.

Pakar Kesehatan Mental Universitas Brawijaya (UB), Sumi Lestari mengatakan, untuk mencegah masuknya virus corona ke dalam tubuh, masyarakat diimbau untuk terus berbahagia, mengkonsumsi makanan gizi seimbang, berolahraga, menjaga kebersihan, sering cuci tangan.

Dwi menjelaskan ketika dalam diri seseorang bahagia, tubuh akan memproduksi hormon interferon-protein.

Hormon itu berfungsi melawan virus dan dapat membentuk imunitas.

Ilustrasi bahagia

“Untuk memunculkan rasa bahagia di tengah situasi seperti saat ini bisa dilakukan dengan bersyukur, kunci bahagia itu akan muncul pada diri ketika kita mampu bersyukur,

“Dengan bersyukur membuat hidup kita akan merasa tenang, nyaman, damai dan bahagia tentunya,” kata Sumi seperti dikutip dari website Universitas Brawijaya.

Sumi menambahkan rasa syukur yang ada di dalam diri manusia ternyata juga mampu meminimalisir emosi negatif seperti cemas, panik, khawatir, takut dan gelisah.

Rasa syukur akan mengganti emosi negatif dengan emosi positif yaitu tentram, nyaman dan damai.

“Dengan bersyukur individu tidak merasa takut dengan cobaan karena yakin akan adanya jalan keluar dari masalah yang dihadapi,” tutur doktor psikologi klinis tersebut.

Untuk memunculkan rasa bahagia, setiap manusia juga harus mampu untuk berpikir positif.

Berpikir positif akan memunculkan energi positif.

Sumi mengatakan rasa bahagia dalam diri manusia juga bisa disebabkan karena faktor social distancing.

Manusia sebagai mahkluk sosial selalu butuh bersosialisasi, berinteraksi, dan berkumpul sehingga pembatasan interaksi ini membuat seseorang merasa kesepian, kehilangan dan perubahan mood.

“Bahkan berpengaruh pada hormon oksitosin atau hormon cinta yang berdampak pada tingkah laku,

“Respons emosi juga terlihat dalam membangun ketenangan, kepercayaan, dan stabilitas psikologi dan berperan mengatur ikatan sosial,” kata Sumi.

Oleh karena itu, dia juga menyarankan agar masyarakat bijak dalam memilih sumber informasi yang valid, sebab banyak informasi hoaks tersebar dan tidak dapat dikontrol.

“Saya berharap masyarakat tetap waspada dengan melakukan tindakan preventif berupa mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang,

“Menjaga imunitas tubuh dengan banyak mengkonsumsi vitamin C atau makanan yg mengandung antioksidan,

“Banyak berdoa dan patuh terhadap himbauan pemerintah untuk tetap stay at home dan work from home selama 14 hari untuk memutus mata rantai Covid-19 ini,” katanya.


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •