Tanah Longsor Dan Jembatan Pun Roboh Akibat Cuaca Ekstrim Yang Melanda Sumedang

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, medkom.id – Intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang di Kabupaten Sumedang, menyebabkan terjadi pergeseran tanah dan longsor di beberapa wilayah.

Setelah sebelumnya daerah Citengah dilanda banjir bandang dan tanah longsor, di lokasi yang berbeda bencana tanah longsor juga terjadi di perbatasan Kecamatan Buahdua – Conggeang, Kamis (25/3).

Longsoran tersebut mengakibatkan akses jalan penghubung Kecamatan Buah Dua dan Kecamatan Conggeang tertutup material tanah longsor.

Kapolsek Buah Dua AKP Sutrisno, melaporkan tebing yang longsor tersebut terjadi pada hari Kamis, 25 Maret 2021 pukul 15.30 Wib di blok Cibeureuceuk Dusun Cileungsing Desa Cilangkap Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang.

Longsoran tebing menutupi Jalan Raya Conggeang – Buahdua sepanjang ± 50 Meter dengan ketinggian ± 2 Meter dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Beruntung, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban.

Sampai berita ini dinaikan, petugas bersama masyarakat masih melakukan pembersihan material tanah dengan menggunakan alat seadanya sambil menunggu alat berat dari pihak Dinas PUPR Sumedang.

Luapan Sungai Cimanuk Robohkan Jembatan Gantung

Polres Sumedang juga melaporkan luapan air sungai Cimanuk mengakibatkan Jembatan Gantung Siliwangi Hum 54 roboh terbawa arus sungai.

Jembatan gantung Hum 54 roboh diterjang luapan Cimanuk, Kamis (25/3).

Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan air Sungai Cimanuk meluap sehingga menggenangi wilayah Dusun Balerante Desa Palabuan Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang yang mengakibatkan puluhan hektar sawah terendam air. Bahkan sebuah jembatan gantung Siliwangi Hum 54 roboh.

Robohnya Jembatan Gantung sepanjang 115 meter di Desa Keboncau ini menyebabkan akses jalan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Ujungjaya dan Majalengka praktis terputus karena tidak bisa di gunakan lagi.

Tidak dilaporkan ada korban jiwa maupun luka dalam banjir tersebut. Kerugian material pun sampai saar ini belum dapat ditaksir.

Editor : Raden Erik


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *