Mei 8, 2021

Share and Protect

Tak Terima Dianggap Nunggak Klaim, BPJS Kesehatan: It Is Not Fair! RS Ngawur Cara Ngitung Tagihan

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Kantor Cabang Utama BPJS Kesehatan Semarang Bimantoro angkat bicara terkait adanya tunggakan klaim di sejumlah rumah sakit di wilayah kerjanya.

Sejak beredar informasi adanya tunggakan RS yang mencapai ratusan miliar, dia membantah telah terjadi tunggakan berbulan-bulan yang tak terbayarkan.

“Di Semarang tak ada tunggakan yang menunggak lebih dari satu bulan, kok ada yang katanya berbulan bulan, ya karena ngitungnya keliru,” kata Bimantoro.

Bimantoro justru balik mempertanyakan kepada rumah sakit, jika selama ini cara penagihan klaim yang telah disepakati banyak dilanggar oleh rumah sakit sendiri.

Diterangkannya, tunggakan keterlambatan klaim rumah sakit disebabkan syarat dan bukti pendukung mereka kurang lengkap sehingga pihaknya mengembalikan berkas klaim tersebut.

“Prosedurnya data klaim harus lengkap, pemeriksaan berkas 15 hari, jadi misal ditagih 1 Mei jadi 15 Mei baru bisa dibayar dengan catatan harus lengkap. Tapi banyak dari mereka tak lengkap bukti pendukung yang harus disertakan,” kata dia.

“RS biasanya Kekurangan dokumentasi seperti berkas bukti pendukung, lampiran pemeriksaan, tanda tangan dokter penanggung jawab dan lainnya,” ujarnya.

Pengelola rumah sakit, menurutnya, juga tidak tertib dalam melakukan penagihan klaim, dari berkas klaim yang dikembalikan akhirnya harus menumpuk sampai pada tagihan bulan berikutnya.

“It is not fair, cara hitung mereka tak sesuai dengan apa yang telah disepakati,” kata dia.

Tagihan yang ada menurut Bimantoro adalah yang telah masuk pada pihaknya, bukan dihitung semua bulan padahal rumah sakit belum mengajukannya.

“Tak mungkin BPJS menunda pembayaran karena akan rugi sendiri ada bunga denda 1 persen perbulan atau 12 persen satu tahun,” ucapnya.

Lebih jauh, ia juga menyatakan telah melunasi denda 1 persen untuk semua RS, apotik, lab, optik dan mitra lainya.Denda yang terbayarkan mencapai Rp3,5 miliar dari denda sejak Januari sampai Juni 2018.

Bimantoro menyatakan jika semua klaim rumah sakit sudah terbayarkan sejak per Selasa (25/9).

“Ada 25 RS di Semarang dan Demak di bawah KCU BPJS Kesehatan Semarang, 20 RS sudah dibayarkan tunggakannya. Lima RS masih menunggu proses pembayarannya,” katanya.

Total pembayaran kata Bimantoro, mencapai Rp. 139 miliyar dibayarkan ke 20 RS untuk semua bulan yang masuk dalam tagihan ke pihaknya.

 

Sumber : akurat.co


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •