Sumedang Menduduki Peringkat Tertinggi Dalam Kasus Pelanggaran Protokol Kesehatan

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Petugas kepolisian sedang melakukan Operasi Yustisi di wilayah Jatinangor Sumedang. Foto : Tribratanews.

Bandung, medkom.id – Kabupaten Sumedang menjadi daerah yang warganya paling banyak melanggar protokol kesehatan.

Dilansir dari Tribun Cirebon, Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Barat Ade Afriandi, mengatakan bahwa Kabupaten Sumedang adalah daerah yang paling banyak dilakukan penindakan.

Selama operasi yustisi yang dilakukan sejak tanggal 1-23 Januari 2021, pihak Satpol PP se-Jawa Barat telah berhasil menindak 15.948 kasus pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Jawa Barat.

Dan seperti yang disebutkan diatas, Kabupaten Sumedang berada di urutan teratas yang didominasi oleh pelanggaran perorangan sebanyak 5.614 kasus pelanggaran.

Masih dilansir dari Tribun Cirebon, di Jawa Barat, pelanggaran paling banyak dilakukan oleh masyarakat umum, dengan jumlah yang ditindak sebanyak 13.726 orang. Kemudian 1.722 merupakan badan usaha.

Berdasarkan sanksi yang diterapkan, sanksi ringan diterapkan sebanyak 7.658 kasus, sedangkan sanksi sedang sebanyak 2.622, dan sanksi berat sebanyak 5.758.

“Kategori pelanggaran berat itu misalnya perorangan yang tidak mau pakai masker. Kalau untuk pelaku usaha yang melanggar adalah mengenai jam operasional, atau yang tidak memenuhi protokol kesehatan,” ujar Ade melalui ponsel, Minggu (31/1), seperti dikutip dari Tribun Cirebon.

Ade mengatakan semua kabupaten dan kota yang melaporkan penindakannya dari awal tahun ini. Laporan yang disusun baru dari 16 kabupaten dan kota di Jabar.

“Belum semua Satpol PP kabupaten kota yang melaporkan hasil pelaksanaan operasi yustisinya,” ucap Ade.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, jumlah pelanggar kedua terbanyak adalah di Kota Depok dengan jumlah penindakan 3.860 kasus, baik dari perorangan maupun badan usaha.

Kemudian disusul Kabupaten Purwakarta dengan 3.860 penindakan, dan Kabupaten Cianjur dengan 1.027 penindakan. Ade mengatakan, selanjutnya Satpol PP akan fokus untuk melakukan perubahan perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Akan dilaksanakan strategi perubahan perilaku melalui upaya preventif, preemtif dan represif kepada masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Jabar,” katanya.

Dari angka tersebut, Satpol PP mengumpulkan denda sebesar Rp 155.386.000, sebagaimana dikutip dari Tribun Cirebon.

Sementara di Sumedang, para petugas gabungan TNI/Polri, Satpol PP, dan Dishub semakin gencar melakukan operasi yustisi.

Operasi yustisi tersebut menyasar masyarakat pengguna jalan yg tidak mengindahkan/ melanggar protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Sumedang no 74 tahun 2020.

Bagi para pelanggar, petugas menerapkan berbagai sanksi antara lain sanksi administratif sesuai dengan Perbup Sumedang no 74 tahun 2020  berupa denda atau sanksi sosial.

Selain itu, petugas juga memberikan teguran lisan kepada masyarakat yang menggunakan masker tapi tidak dipakai secara benar.

Editor : Raden Erik

Lihat Sumber Berita

 


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *