Sumedang Kalahkan Kota – kota Besar di Jawa Barat dalam Memberikan Upah Minimum Pekerja

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, Sukon – Dalam tempo singkat sejak dipimpin oleh pasangan Dony Ahmad Munir dan Erwan Setiawan, Kabupaten sumedang telah mengalami beberapa perubahan yang cukup signifikan. Kabupaten Sumedang sekarang lebih ‘hidup’ dengan program – program unggulan yang diterapkan oleh Bupati dan Wakil Bupatinya tersebut.

Pemerintah Kabupaten Sumedang sangat memperhatikan kesejahteraan para pekerja. Hal ini dibuktikan dengan keberanian menaikan angka Upah Minimum Kabupaten untuk tahun 2019 sebesar 8,09 persen. Angka itu lebih tinggi dari upah minimum di beberapa kota besar di Jawa Barat.

Walau hanya berstatus kabupaten, Sumedang nyatanya lebih berani dalam urusan penetapan upah minimum pekerja dibanding kota kota lain di Jawa Barat.  Naiknya UMK 2019 membuat Kabupaten Sumedang menduduki posisi ke sepuluh tertinggi di Jawa Barat.

Berdasarkan penetapan keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/kep.1220-Yanbangsos/2018 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2019, upah minimum di Kabupaten Sumedang untuk tahun 2019 nanti ditetapkan menjadi Rp 2.893.074. Mengalahkan, kota dan kabupaten Sukabumi masing-masing memiliki upah minimum hanya sebesar Rp 2.331.752 dan Rp 2.791.016.

Kenaikan besaran UMK juga semua seusai dengan penghitungan yang telah ditetapkan pemerintah yakni sebesar 8,03 persen. Hal itu melihat dari angka inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi secara nasional.

“Kenaikan UMK Rp 8,09% tersebut, penjumlahan dari tingkat LPE (Laju Pertumbuhan Ekonomi) dengan inflasi saat ini,” kata Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kab. Sumedang, Jarkasih seperti dikutip dari Pikiran-Rakyat.com

Provinsi Jawa Barat memiliki angka yang lebih tinggi bila dibandingkan, upah minimum di DKI Jakarta yang masih di posisi Rp3,9 jutaan. Diprediksi, upah minimum di DKI Jakarta baru bisa menembus Rp4 juta pada tahun 2020.

Pemberi upah minimum tertinggi saat ini ditempati oleh Kabupaten Karawang dan Bekasi yang juga lebih tinggi dari kota-kota Jawa Barat di sekitar Jakarta. Diikuti oleh kota Depok dan Bogor yang ditetapkan sebesar Rp3,8 juta. Sementara untuk kota Bandung hanya menduduki peringkat ke delapan dengan angka Rp3,3 juta.

Berikut ini adalah urutan Kota/Kabupaten pemberi UMK di Jawa Barat:

1. Kabupaten Karawang (Rp 4.234.010)
2. Kota Bekasi (Rp 4.229.756)
3. Kabupaten Bekasi (Rp 4.146.126)
4. Kota Depok (Rp 3.872.551)
5. Kota Bogor (Rp 3.842.785)
6. Kabupaten Bogor (Rp 3.763.405)
7. Kabupaten Purwakarta (Rp 3.722.299)
8. Kota Bandung (Rp 3.339.580)
9. Kabupaten Bandung Barat (Rp 2.898.744)
10. Kabupaten Sumedang (Rp 2.893.074).
11. Kabupaten Bandung (Rp 2.893.074)
12. Kota Cimahi (Rp 2.893.074)
13. Kabupaten Sukabumi (Rp 2.791.016)
14. Kabupaten Subang (Rp 2.732.899)
15. Kabupaten Cianjur (Rp 2.336.004)
16. Kota Sukabumi (Rp 2.331.752)
17. Kabupaten Indramayu (Rp 2.117.713)
18. Kota Tasikmalaya (Rp 2.086.529)
19. Kabupaten Tasikmalaya (Rp 2.075.189).
20. Kota Cirebon (Rp 2.045.422)
21. Kabupaten Cirebon (Rp 2.024.160),
22. Kabupaten Garut (Rp 1.807.285)
23. Kabupaten Majalengka (Rp 1.791.693)
24. Kabupaten Kuningan (Rp 1.734.994)
25. Kabupaten Ciamis (Rp 1.733.162)
26. Kabupaten Pangandaran (Rp 1.714.673)
27. Kota Banjar (Rp 1.688.217)

 

( Erix Right )


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *