Sumedang Gelar Kompetisi Menulis ‘Writingthon Jelajahi Sumedang’

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Apa yang anda pikirkan saat anda mengunjungi sebuah kota? Mungkin Anda teringat dengan tempat – tempat tertentu yang membuat nama sebuah kota menjadi terkenal? Atau bisa juga karena kulinernya yang menonjol.

Contohnya saat Anda datang ke Bandung Anda akan langsung ingat dengan julukan Kota Kembang. Contoh lain, saat Anda berkunjung ke Jakarta, Anda akan teringat dengan Monas. Atau saat datang ke Garut, anda akan teringat dengan dodol-nya yang sudah mendunia.

Lalu apa yang Anda pikirkan jika anda datang ke Kabupaten Sumedang? Ya, Sumedang memang terkenal dengan julukan ‘Kota Tahu’.

Sumedang memang dikenal luas dengan julukan Kota Tahu, karena memang banyak produsen dan penjual makanan tahu goreng yang rasanya renyah dan gurih. Walau sebenarnya Sumedang juga memiliki aneka ragam kuliner yang juga terkenal, seperti Ubi Cilembu dan Opak nya.

Namun sebenarnya, selain aneka kulinernya yang terkenal, Sumedang juga punya banyak potensi destinasi wisata hebat yang bisa jadi tempat seru untuk berlibur. Sumedang memiliki ratusan titik yang bisa dijadikan sebagai destinasi wisata, baik itu yang masih alami maupun tempat wisata buatan yang dikelola oleh swasta dan pemerintah daerah. Namun memang harus diakui, berbagai macam potensi yang ada tersebut masih belum semuanya tergali dan digarap secara maksimal.

Sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak popularitas Sumedang sebagai kota wisata, pada bulan Desember 2019 lalu, Pemerintah Kabupaten Sumedang pernah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama dengan Bitread Publishing, Badan Promosi Daerah, PHRI, Genpi, Sumedang Creative Hub, serta sejumlah pegiat budaya dan pariwisata pada pertengahan Desember lalu.

FGD sendiri saat ini sangat populer dan banyak digunakan sebagai metode pengumpulan data dalam penelitian sosial. Seluruh informasi dan aspirasi tersebut ditampung untuk dijadikan sebagai acuan dalam menyusun topik bagi Writingthon Jelajahi Sumedang.

Hari Tri Santosa, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumedang.

Dalam Press Release-nya, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Hari Tri Santosa mengatakan bahwa masyarakat Sumedanglah yang seharusnya lebih tahu tentang Sumedang.

Menurut Hari, isu kurangnya anggaran dan banyaknya pekerjaan pemerintah daerah tidak lantas menjadi penghalang untuk melakukan pembangunan daerah.

“Jika bukan kita yang memulai untuk memajukan Sumedang, maka siapa lagi? Mengingat saat ini banyak generasi muda hebat asal Sumedang yang justru meninggalkan Sumedang untuk memajukan daerah lainnya,” jelas Hari Tri Santosa.

“Berdasar pada hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama PHRI Sumedang berkolaborasi dengan Bitread Publishing berupaya mempromosikan pesona dan potensi Sumedang, khusunya terkait wisata dan ekonomi kreatif melalui kompetisi karya tulis dengan tajuk ‘Writingthon Jelajahi Sumedang.” terang Hari dalam keterangan pers yang diterima oleh medkom.id

Writing Marathon yang disingkat menjadi Writingthon, adalah sebuah program yang didesain khusus oleh Bitread Publishing. Bentuknya berupa kompetisi menulis bebas. Para peserta akan dikarantina selama empat hari tiga malam. Metode ini menurut Hari, telah berhasil melahirkan ratusan penulis dari berbagai bidang, latar belakang, dan profesi.

“Pada Writingthon Jelajahi Sumedang, akan dipilih 15 orang pemenang untuk menjalani karantina di Sumedang selama empat hari tiga malam. Mereka akan diminta untuk  menjalankan tantangan penulisan yang diberikan.” terang Hari Tri Santosa.

Kompetisi menulis ini menurut Hari sukses diterapkan di Kabupaten Garut yang juga melaksanakan kegiatan serupa pada akhir tahun 2019 lalu.

“Antusiasme masyarakat terhadap gelaran ini nyatanya jauh melebihi ekspektasi. Jumlah peserta yang pada awalnya hanya ditargetkan mencapai 1000 orang, nyatanya membengkak dua kali lipat. Selama masa pendaftaran, 2.283 peserta dari seluruh Indonesia berhasil dijaring untuk mengikuti seleksi administratif.” terang Hari.

Kompetisi menulis Writingthon Jelajah Kota Garut dan Writingthon Jelajahi Sumedang ini sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Writingthon Jawa Barat. Yang mana nantinya juga akan digelar di daerah – daerah lain di Jawa Barat.

“Kegiatan ini diharapkan akan menjadi salah satu upaya dalam menggambarkan berbagai pesona dan potensi yang ada wilayah di Sumedang.” lanjutnya.

Kompetisi Writingthon Jelajahi Sumedang ini terbuka untuk umum, dan akan dimulai pada tanggal 13 Januari 2020 hingga satu bulan ke depan. Bagi anda yang berminat untuk berpartisipasi, dapat mendaftarkan diri dan mensubmit tulisan melalui tautan writingthon.bitread.id.

Sebagaimana diketahui, Sumedang saat ini tengah berbenah dengan menawarkan konsep pariwisata kerakyatan yang merupakan konsep pariwisata alternatif sebagai antisipasi terhadap pariwisata konvensional. Hal ini tak lepas dari visi dan misi Sumedang Simpati yang dicanangkan olehBupati Sumedang, Dony Ahmad Munir. Yang mana sektor wisata menjadi salah satu program utama yang bertujuan untuk menjadikan Sumedang sebagai kota tujuan wisata terbaik di Jawa Barat.

Konsep pariwisata di Kabupaten Sumedang ini turut menonjolkan pula pelayanan hospitality (keramahtamahan) dan berbagai ‘fitur-fiturnya’ yang ditawarkan kepada wisatawan, baik oleh pemerintah, masyarakat perseorangan, keluarga atau komunitas lokal.

Dalam sebuah wawancara dengan medkom.id, Kadisparbudpora Sumedang, Hari Tri Santosa mengatakan jika sektor pariwisata di Sumedang ini maju, maka akan meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumedang.

“Dan sudah barang tentu, kenaikan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumedang ini akan meningkatkan pendapatan bagi daerah dan UKM-UKM yang berada disekitar tempat wisata.”ujarnya kepada medkom.id

Hari mengatakan, pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas, maka semua instrumen dan elemen pelaku pariwisata yang ada di wilayah Sumedang, harus bersinergi untuk bersama-sama mendorong seluruh program kepariwisataan. Dimana sektor swasta, pemerintah, serta rakyat mengeluarkan effort terbaik untuk memajukan wisata di Kabupaten Sumedang.

“Jika masyarakat setempat mampu berkoordinasi dengan pihak pemerintah secara aktif untuk berpartisipasi dalam pariwisata ini, hal tersebut bisa menguntungkan setiap destinasi wisata yang ada di Sumedang. Sehingga mampu terciptanya masyarakat yang memiliki pendapatan ekonomi yang kian meningkat dari wisata di Kabupaten Sumedang.” lanjutnya.

Hari menerangkan bahwa pengembangan pariwisata yang tergarap secara optimal sudah barang tentu akan memberikan berbagai dampak positif bagi daerah dan masyarakat setempat.

“Yang paling utama, pengembangan pariwisata yang baik akan menciptakan berbagai manfaat yang salah satunya adalah peningkatan ekonomi dan pendapatan bagi daerah tersebut.” pungkas Hari Tri Santosa.

Raden Erik & Usep Jamaludin


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *