Sopir dan Kondektur Bus Maut Telah Jadi Tersangka, Polisi Bidik Tersangka Lain

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, medkom.id –  Dede Lili, Kondektur bus Sri Padma Kencana, turut ditetapkan sebagai tersangka kedua dalam kecelakaan yang menewaskan 29 orang di Tanjakan Cae, Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada hari Rabu (10/3) lalu. Sebelumnya sopir bus Yudi Awan telah menjadi tersangka dalam kecelakaan yang menewaskan 30 orang penumpang tersebut.

Penetapan tersangka ini disampaikan oleh Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbiyanto dalam Press Conference di aula Tribrata Polres Sumedang, Selasa (30/3/2021) yang setelah secara marathon melakukan olah TKP dan memeriksa 21 orang saksi penumpang dan saksi dari produsen bus tersebut.

Adapun perbuatan Tersangka S Dede Lili selaku mekanik merangkap kernet PT Sri Padma Kencana, dikuatkan dari keterangan dari saksi Eka Wachyudin, Enang Suryana, dan Usup Supiana.

Menurut keterangan ketiga orang saksi tersebut, almarhum Dede Lili melakukan penggantian kampas rem roda belakang sebelah kanan Kendaraan Bus Sri Padma Kencana No. Pol T-7591-TB. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh Ahli dari ATPM HINO ditemukan terjadi kesalahan dalam pemasangan SHAFTBRAKE CHAMBER, sehingga bus tersebut mengalami gangguan fungsi pengereman.

Sementara sopir bus menjadi tersangka karena yang bersangkutan tidak menghiraukan keluhan dari para penumpang bahwa tercium adanya bau seperti karet terbakar, serta tidak melakukan pemeriksaan terhadap kendaraannya sebagaimana dikeluhkan oleh penumpang.

“Pasal yang dapat dipersangkakan terhadap Tersangka pasal 359 ayat dan pasal 360 ayat 1 dan ayat 2KUHP.” kata Kapolres.

Walau kedua tersangka turut tewas dalam kecelakaan tersebut, namun Polres Sumedang masih akan terus melakukan penyidikan terhadap saksi – saksi lain.

“Masih mungkin muncul tersangka baru dalam kasus kecelakaan ini.” kata Kapolres Sumedang AKBP Eko.

Sebelumnya diberitakan Bus Sri Padma Kencana dengan nopol T 7591 TB ini diketahui tengah mengangkut 63 orang penumpang yang merupakan rombongan pelajar SMP Al Muawwanah Cisalak dan orang tua siswa yang baru pulang berziarah dari Ciamis.

Saat memasuki daerah tanjakan Jae di Wado Sumedang, sopir bus ini diduga hilang kendali hingga terbanting dan terperosok ke dalam jurang. Akibat kecelakaan tersebut, total 30 orang tewas, dan 36 lainnya luka luka.

Sopir bus, Yudiawan sempat mendapat perawatan di RSUD Sumedang, namun akhirnya meninggal dunia. Pemilik PO Bus Sri Padma Kencana dan kondektur bus Dede Lili juga turut menjadi korban tewas.

Karena yang bersangkutan meninggal dunia, polisi pun menghentikan penyidikan dan menerbitkan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan) terhadap tersangka.

Namun Kasat Lantas Polres Sumedang menjamin pihaknya akan melanjutkan penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan tersebut.

“Penyidikan TAA (Traffic Accident Analisys) belum selesai.” kata Eryda Kusuma.

“Sampai saat ini Polres Sumedang masih dalam penyidikan lebih lanjut dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya.” tutup Kasat Lantas Polres Sumedang, AKP Eryda Kusuma.

Editor : Raden Erik


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *