Sensasi Terapi Bio Elektrik Al-Fattah Sumedang Membuat Badan Menjadi Sehat Kembali

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, Medkom – Saat ini pengobatan alternatif tengah menjamur di Indonesia. Bahkan media yang digunakan sebagai alat penyembuhannya pun dapat dikatakan sangat beragam dan unik.

Salah satunya adalah dengan menggunakan aliran listrik seperti yang sudah dipraktikan oleh balai pengobatan alternatif Al-Fattah di Sumedang beberapa tahun belakangan ini. Terapi ini termasuk unik, karena menggunakan aliran listrik sebagai media utama pengobatannya.

“Terapi bio elektrik ini merupakan metode terapi dengan menggunakan aliran listrik untuk mengobati berbagai macam penyakit. Sebelum diterapi, saya harus mengetahui kondisi yang di keluhkan pasien.” tutur sang terapis, Wandiyana (44), saat dikunjungi oleh medkom.id di tempat pengobatannya di Lingkungan Gending Rt 05/06 No. 31, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Senin (20/01/2020).

Menurut Wandiyana, metode terapinya ini menggunakan cara yang sederhana saja, yaitu dengan menggunakan sebuah lempengan yang langsung dialiri kabel listrik pada kaki yang diberi sebuah alas. Lalu badan terapis menjadi perantara langsungnya untuk memindahkan aliran listriknya ke tubuh pasien.

“Ya begini, badan kita (terapis) kesetrum, pasiennya juga ikut kesetrum, Tapi tenang saja, dijamin aman kok. ” jelasnya sambil tertawa.

Durasi pengobatannya sendiri berlangsung sekitar 15 menit hingga 20 menit sesuai dengan keluhan yang diraksakan oleh pasien.

Wandiyana yang juga seorang karyawan di RSUD Sumedang menuturkan pasien yang datang dari berbagai kalangan dan usia. Penyakit yang banyak dikeluhkan pasiennya itu umumnya seperti stroke, kolesterol, darah tinggi, saraf kejepit, lambung dan asam urat.

Dalam prosesnya, Wandiyana menggabungkan dua metode pengobatan lahir dan bathin, yang menurut Wandiyana disebut sebagai ‘Laduni’

“Pengobatan saya ini dengan menggabungkan dua metode pengobatan, yaitu ilmiah dan agama. Jadi, selama proses pengobatan saya sebagai terapis akan memijat badan pasien sambil terus berdzikir memohonkan kesembuhan bagi pasien.” terang Wandiyana.

Wandiyana mengatakan bahwa pasien yang berdatangan ke balai pengobatan alternatif Al-Fattah miliknya ini bukan hanya yang berasal dari Sumedang saja, melainkan dari kota-kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi, dan daerah-daerah lainnya.

Redaksi Medkom.id yang mencoba sendiri pengobatan bioelektrik ini merasakan langsung sensasi disetrum dengan listrik 220 volt ini.

Terapis Balai Pengobatan AL-FATTAH, Wandiyana (kiri) saat mengobati seorang pasien dengan metode bioelektrik. Foto: medkom.id

Mulanya redaksi Medkom.id diminta untuk duduk di kursi plastik berhadap-hadapan dengan terapis. Sebelum memulai terapai, Wandiyana mengajak redaksi berdo’a. Selanjutnya redaksi disuruh menginjak semacam kumparan yang dibungkus kain yang tersambung ke kabel listrik. Setelah berdo’a, Wandiyana kemudian duduk, sambil menginjak kumparan kain lain yang di bawahnya juga terdapat kabel listrik.

Saat Wandiyana menyentuh dan memijat tangan redaksi, mulai terasa getaran aliran listrik yang menjalari kaki redaksi. Dan sensasi geli di kaki yang kemudian menjalar di setiap bagian yang disentuh dan dipijat oleh terapis. Getaran listrik terasa lebih kuat saat Wandiyana memegang tangan, lengan, jari, pundak, daun telinga dan dahi redaksi. Pijatan kemudian dilanjutkan ke bagian perut dan punggung.

Pada tahap akhir, Wandiyana memegang dahi lalu turun ke pipi dan rahang, pandangan redaksi seperti berkilat-kilat seperti berkedip berkali-kali dengan cepat. Proses terapi ini dilakukan sekitar 15 menit. Setelah terapi selesai dilakukan, beberapa bagian tubuh terasa sedikit kebas. Satu menit kemudian rasa kebas itu hilang sama sekali.

Ketika proses terapi ini selesai, redaksi merasakan badan redaksi menjadi lebih enteng dan segar. Rasa sakit dan pegal di bagian punggung yang beberapa hari belakangan mendera redaksi pun hilang seketika. Bahkan pandangan mata redaksi terasa lebih cerah.

Wandiyana menyarankan agar terapi tidak dilakukan sekali saja.

“Agar pengobatan maksimal, minimal pasien melaksanakan 3 – 4 kali terapi. Dan untuk perawatan, cukup sebulan sekali atau seperlunya saja.” kata Wandiyana.

Manfaat Terapi Bio Listrik

Terapi Biolistrik atau sentuhan jari berlistrik adalah jenis pengobatan alternatif yang mengunakan media listrik melalui sentuhan jari penerapis. Bermanfaat untuk melenturkan urat syaraf, melancarkan peredaran darah, melenturkan lemak dalam darah (kolestrol), meningkatkan vitalitas tubuh, membakar kadar gula.

Redaksi Medkom mengutip dari beberapa tulisan yang menunjukan bahwa listrik memegang peranan sangat penting di dunia kedokteran. Dalam bidang kedokteran, kelistrikan memiliki dua aspek yaitu listrik dan magnet yang timbul di dalam tubuh manusia dan bagaimana penggunaannya pada permukaan tubuh manusia.

Biolistrik berkembang sejak tahun 1780. Waktu itu, kelistrikan pada tubuh hewan dipelajari oleh Luigi Galvani dan pada tahun 1786 dia memberikan kesimpulan atas hasil eksperimennya terhadap seekor katak. Kedua kaki katak terangkat ketika diberi aliran listrik melalui sebuah konduktor. Pengetahuan mengenai gelombang arus listrik ini ternyata penting karena sangat berkaitan erat dengan penggunaan arus listrik untuk merangsang syaraf motorik dan syaraf sensorik.

Inti terapi listrik ini adalah melancarkan peredaran darah, mengaktifkan ion-ion dalam tubuh, dan memperbaiki kualitas darah. Satu kali sesi pengobatan hanya sekitar berlangsung 30 sampai 60 menit. Selama itu penerapis akan mengalirkan listrik di seluruh tubuh pasien, melalui simpul-simpul syaraf di tangan, kaki, kepala, punggung, atau leher.

Banyak penyakit yang berhasil diobati dengan terapi ini terutama penyakit-penyakit yang berhubungan dengan urat syaraf seperti vertigo, migrain, dan stroke. Selain itu, kesemutan, asma dan rematik juga dapat disembuhkan. Penderita insomnia pun bisa bernafas lega karena terapi ini membantu memperbaiki lamanya waktu tidur. Kelelahan dan stress juga dapat dikurangi sehingga menimbulkan rasa rileks yang sekaligus melepaskan hormon endorfin yang berguna untuk menghasilkan perasaan senang. juga dapat menimbulkan rasa santai, dan nyaman.

Insya Allah terapi ini dapat membantu mengobati berbagai macam penyakit, antara lain :

– asam urat
– linu-linu di persendian tangan dan kaki
– jari kaki/ tangan serasa mati
– darah tinggi
– darah rendah
– susah tidur / insomnia
– kolesterol
– keseleo
– diabetes
– prostat
– stroke (lumpuh),
– lemah syahwat
– ambeien
– reumatik
– vertigo
– kesemutan (gringgingen)
– sakit gigi
– sakit kepala
– maag
– jerawatan
– gatal-gatal
– bisul

Manfaat untuk kecantikan, antara lain :

Melancarkan darah sekitar wajah
Mengencangkan kulit wajah
Meregenerasi sel kulit wajah
Memancarkan aura wajah
Dan lain-lain.


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *