Rumah Sakit yang Bekerja Sama dengan BPJS Kesehatan Diminta Perbaiki Manajemen

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SURABAYA – Pihak rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan diminta untuk memperbaiki manajemen di rumah sakitnya agar tidak terus merugi.
Hal tersebut disampaikan Kepala RSAL Dr. Ramelan, Surabaya Laksamana Pertama TNI dr I.D.G. Nalendra D.I dalam media gathering BPJS Kesehatan Kedeputian Jawa Timur di Hotel Ayola La Lisa, Surabaya, Kamis (20/12/2018) malam.

“Kuncinya adalah manajemen,” kata Nalendra yakin.

Dia menerangkan, saat ini banyak rumah sakit yang mendapat rapor merah. Di antara sebabnya karena kondisi finansial yang buruk yang berdampak buruk pada kualitas pelayanan di rumah sakit.

Nalendra mengaku bahwa RSAL Dr. Ramelan, Surabaya sukses bertahan dari pembiayaan BPJS Kesehatan karena dua hal.

Pertama, pihaknya memastikan kendali mutu pelayanan harus standar sesuai yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kedua, pihaknya juga menerapkan kendali biaya tanoa mengurangi mutu pelayanannya.

“Termasuk dalam pembelian obat-obatan. Awal belanja obat kami mencapai Rp 13 miliar per bulan. Sekarang hanya Rp 8 – 9 miliar per bulan. Pasien tidak pernah diminta tambahan. Cukup dari BPJS Kesehatan semua,” tuturnya.

Dia juga menambahkan, pendapatan yang diperoleh RSAL Dr. Ramelan dari pembiayaan BPJS Kesehatan cukup untuk mensejahterakan para pekerjanya.

“Pendapatan awal (bersama BPJS Kesehatan, Red) Rp 70 miliar per tahun. Kalau sekarang Rp 494 miliar per tahun. Gaji honorer di rumah sakit Dr. Ramelan juga paling tinggi dibandingkan rumah sakit lain termasuk yang swasta,” imbuh dia. (*)


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *