RSUD Sumedang Menjamin Layani Pasien Kurang Mampu

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SUKON, Sumedang – Entin (47), orang tua dari seorang pasien yang berasal dari dusun Tarikolot Situraja Kabupaten Sumedang, akhirnya bisa bernafas lega setelah putrinya yang sedang sakit usus buntu mendapatkan penanganan dari pihak RSUD Sumedang.

Sebelumnya Entin yang tergolong warga kurang mampu ini merasa kebingungan lantaran dirinya tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga saat membawa anaknya berobat ke RSUD Sumedang, dirinya mengaku sempat ‘ditolak’ karena belum memiliki dokumen jaminan kesehatan.

Menurut Entin, putrinya yang bernama Iis (20), ini sejak beberapa bulan lalu mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa di bagian perut.

“Menurut keterangan dari mantri kesehatan, anak saya diduga mengalami usus buntu. Untuk memastikan penyakitnya, saya diminta agar membawa anak saya ke RSUD Sumedang untuk ditangani lebih lanjut” ujar Entin kepada Sukon Selasa (2/3).

“Saya ingin membawa anak saya ke RSUD Sumedang, namun karena saya tidak memiliki biaya dan dokumen jaminan kesehatan, akhirnya saya urungkan” kata Entin

Pami nuju karaos, putera abdi teh sok nangis nahan kanyeri. Abdi bingung kedah kumaha, kumargi abdi mah jalmi teu aya, abdi teu ngartos kedah kumaha sareng kamana ngadamel serat – seratna . ( Kalau sedang kambuh, puteri saya suka menangis menahan sakit. Saya orang tak punya, yang tidak paham bagaimana dan harus kemana mengurus surat-suratnya” kata Entin.  

Kasus pasien kurang mampu ini terungkap berkat peran dari seorang tokoh masyarakat di dusun Tarikolot bernama Asep Tono.

Pria yang akrab disapa Aston ini mengatakan setelah mendapatkan informasi tersebut, dirinya langsung menghubungi petugas layanan Layad Rawat di nomor 119.

“Saya menerima informasi bahwa ada seorang warga kurang mampu yang sedang sakit, namun kesulitan dalam mendapatkan akses layanan kesehatan. Setelah memastikan kondisi yang bersangkutan, saya langsung menghubungi petugas Quick Response, kemudian oleh operator diarahkan untuk melapor ke petugas layanan Layad Rawat di nomor 119” kata Aston kepada Sukon saat ditemui di RSUD Sumedang, Selasa, (2/3).

“Dan pada malam itu juga, warga yang sedang sakit tersebut kemudian telah dikunjungi oleh petugas medis dari Puskesmas Situraja dan petugas dari Dinas Kesehatan Sumedang. Selanjutnya pasien disarankan agar dibawa ke RSUD Sumedang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.” terangnya.

Namun, saat membawa anaknya ke RSUD Sumedang pada hari Selasa pagi (2/3), Entin kembali kebingungan karena petugas pendaftaran menanyakan dokumen jaminan kesehatan.

“Saat datang ke rumah sakit, petugas pendaftaran menanyakan surat – surat jaminan kesehatan. Saya bingung karena memang belum memilikinya. Saya sempat memutuskan untuk membawa pulang anak saya” kata Entin.

Aston yang pada saat itu turut mendampingi Entin, mengatakan bahwa surat keterangan tidak mampu dan dokumen untuk permohonan pembuatan kartu jaminan kesehatan milik pasien sudah diproses, dan tinggal mendapatkan validasi dari Camat Situraja.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, dan suratnya sudah ditandatangani oleh Kepala Desa setempat. Saat ini dokumennya sedang dibawa oleh petugas kantor desa ke Kecamatan Situraja untuk ditandatangani oleh pak Camat. Kami pastikan persyaratan administrasi tersebut bisa dilengkapi hari ini” kata Aston  

Akhirnya permasalahan administrasi tersebut bisa segera diselesaikan setelah petugas RSUD Sumedang secara proaktif membantu pembuatan dokumen jaminan kesehatan untuk anak Entin.

“Alhamdulillah, pasien diperbolehkan untuk ditangani terlebih dahulu. Sementara untuk jaminan kesehatannya, kami diarahkan untuk membuat Jamkesda. Bahkan petugas RSUD Sumedang pun langsung ikut turun tangan mendampingi kami dalam prosesnya” terang Aston

“Untuk itu, saya atas nama keluarga pasien mengucapkan beribu terima kasih kepada petugas RSUD Sumedang, yang begitu tanggap dalam menangani pasien tersebut.” pungkas Aston

Secara terpisah, seorang staff RSUD Sumedang mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menolak pasien yang tergolong tidak mampu.

Menurutnya, setiap pasien yang hendak berobat memang diwajibkan untuk memiliki kelengkapan dokumen atau persyaratan administrasi.

Kepada Sukon, sumber tersebut menerangkan bahwa pada prinsipnya RSUD Sumedang menjamin layanan pengobatan maupun perawatan bagi setiap orang, termasuk pasien yang tergolong tidak mampu.

“Jika secara medis kondisi pasien tidak gawat, kami meminta agar si pasien atau keluarganya melengkapi peryaratan administrasinya. Namun apabila kondisi pasien termasuk dalam keadaan darurat medis yang memang membutuhkan penanganan segera, pasien tetap akan diprioritaskan untuk ditangani terlebih dahulu. Dan untuk dokumennya bisa diurus kemudian” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya tersebut. (erix)

Reporter / Editor : Erix Right


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *