Mei 8, 2021

Share and Protect

Ribuan Personil Gabungan Diterjunkan Dalam Operasi Ketupat Lodaya 2021 di Sumedang

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, medkom.id – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2021 di Mapolres Sumedang, Rabu (5/5/2021) sebagai persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021.

Ribuan personel gabungan dari TNI, Polri, Dishub serta Satpol PP akan turut disiagakan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2021 yang akan dimulai pada tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Selain untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban selama masa lebaran, kegiatan ini untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat yang mudik Lebaran 2021 guna mencegah penyebaran virus Covid-19.

Personil gabungan ini akan bekerjasama dalam kegiatan penegakan hukum dan bantuan operasi dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah dalam kaitannya dengan pelarangan mudik guna mencegah penyebaran wabah Covid-19 sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan rasa aman dan nyaman.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir yang didampingi oleh Kapolres Sumedang serta Dandim 0610,  menyampaikan amanat Kapolri dalam mencegah penyebaran Covid-19 melalui penyekatan dan penegakan terhadap protokol kesehatan.

“Kita harus memprioritaskan langkah-langkah preemtif dan preventif secara humanis, sehingga masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan.” kata Dony.

“Laksanakan penegakan hukum sebagai upaya terakhir “ultimum remedium” secara tegas dan profesional terhadap pelanggar protokol kesehatan yang sudah berulang kali serta oknum-oknum masyarakat yang menimbulkan dampak negatif kesehatan secara luas dan menciptakan klaster baru covid 19.” lanjutnya.

Sementara Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbiyanto mengatakan dalam menghadapi Operasi Ketupat Lodaya 2021 ini, Polres Sumedang telah mendirikan beberapa Pos Pelayanan di wilayah Sumedang Utara ( Taman Telor ), Pos terpadu di wilayah Sumedang Selatan (Bunderan Binokasih), 8 Pos Pam, 29 Pos Pengaturan dan 12 Pos penyekatan.

“Khusus di pos penyekatan, kami tempatkan anggota secara terpadu bersama sama TNI, Satpol PP dan dari Dinas Kesehatan untuk berjaga selama 24 jam penuh.” terang Eko.

“Petugas yang berjaga nantinya akan di bagi menjadi tiga shift agar lebih aktif dalam pelaksanaan tugasnya sewaktu melakukan penyekatan terhadap pemudik yang akan masuk ke wilayah Sumedang.” pungkasnya.

Editor : Raden Erik


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •