Pulang dari Luar Negeri, Ema Kaget Rumahnya Dijual Oleh Bank BTN

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ilustrasi Rumah Cicilan

PEKANBARU –Pulang dari Malaysia ke Riau setelah menjalani pendidikan, Ema kaget ternyata rumahnya sudah dijual pihak bank, ini penjelasan Bank Tabungan Negara (BTN).

Pulang dari Malaysia setelah menjalani pendidikannya, salah seorang warga Pekanbaru, Ema Damayanti kaget mendapati rumahnya sudah ditempati orang lain.

Padahal perumahan yang berada di Jalan Beringin, Air Hitam, Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau tersebut telah ia beli sejak tahun 2010 lalu.

Rumah tersebut diduga sudah dijual oleh pihak Bank Tabungan Negara (BTN), karena telah menunggak sekitar 1 tahun. Hal itu tanpa sepengetahuan Ema Damayanti.

Selain meninggalkan saldo di rekening tabungan bank tersebut, pihak yang mengontrak rumahnya waktu itu juga berjanji akan ikut menyetor ke bank untuk kelanjutan pembayaran cicilan rumah tersebut.

Namun yang ia sayangkan, tanpa adanya pemberitahuan dari pihak bank terkait tunggakan tersebut, rumah tersebut tiba-tiba saja disita, kemudian dijual oleh bank ke pihak lain.

“Tahun 2012 saya berangkat ke Malaysia, untuk melanjutkan studi, kebetulan dapat beasiswa. Saat kembali, ternyata rumah tersebut sudah ditempati orang lain. Saya pertanyakan kepada pihak bank, namun katanya karena rumah tidak dibayar lagi. Tapi saya tidak pernah dapat pemberitahuan terkait itu,” kata Ema kepada Tribun, Rabu (31/7).Pulang dari Malaysia ke Riau, Ema Kaget TERNYATA Rumahnya Dijual Pihak Bank, Ini Penjelasan BTN.

Ema juga mengatakan, tidak hanya dirinya, keluarganya atau tempat dimana ia bekerja juga tidak pernah dikabari terkait surat pemberitahuan atas tunggakan tersebut.

Pulang dari Malaysia ke Riau, Ema Kaget TERNYATA Rumahnya Dijual Pihak Bank, Ini Penjelasan BTN. Foto hanya ilustrasi, rumah di dalam foto bukanlah rumah sebenarnya.

Dikatakannya, pihak bank hanya berdalih bahwa hal itu sudah diumumkan melalui media cetak.

“Padahal saat akad, saya melampirkan data keluarga, data kantor, bahkan rekomendasi dari atasan. Tapi tidak pernah ada pemberitahuan disampaikan. Katanya sudah diumumkan di media massa,” ujarnya.

Ema juga menambahkan, kelebihan tanah di perumahan tersebut tidak sekaligus dibayarkan oleh pihak bank, karena itu, ia juga mempertanyakan soal kelebihan tanah tersebut yang ikut berpindah tangan sekaligus dengan rumah tersebut.

Selain itu, Ema juga digugat oleh pihak yang membeli rumahnya ke Pengadilan Negeri Pekanbaru. Namun Ema tidak bisa hadir dalam persidangan tersebut.

Ema pun dimenangkan dalam persidangan tersebut, karena sertifikat masih sah atas nama dirinya.

Adapun nomor debitur Ema adalah 0003901020597096.

Nomor perkara di pengadilan negeri : 22/Pdt.G/2016/Pn. Pbr dengan pihak penggugat atas nama Nelmawati dan tergugat Ema Damayanti dan untuk nomor perkara banding di pengadilan tinggi Pekanbaru, 129/Pdt/2016/PT Pbr.

“Saya merasa sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah dengan kondisi ini, digugat pula. Tapi akhirnya saya menang di pengadilan negeri. Pihak yang membeli rumah tersebut kemudian mengajukan banding ke pengadilan tinggi, dan dia menang,” ujarnya.

Ema juga menyampaikan, ia sendiri punya semua bukti dan berkas-berkas lengkap terkait kepemilikan rumah tersebut.

Bagaimana pun, ia tetap berharap rumah yang sudah ia perjuangkan dari jerih payahnya tersebut bisa kembali menjadi haknya.

Sementara itu, Assistant Manager Bagian Lelang BTN Pekanbaru, Ahmad Rida saat dikonfirmasi Tribun membantah kalau pihaknya tidak menyampaikan surat pemberitahuan kepada pihak konsumen terkait hal itu.

“Kami pasti selalu menyampaikan surat pemberitahuan kalau kasus seperti ini, tidak mungkin tidak disampaikan, itu tercatat,” kata Ahmad Rida.

Bagaimanapun, dikatakannya, pihaknya hanya menjalankan prosedur sesuai yang sudah disepakati dengan pihak konsumen dari awal.

Terkait kelebihan tanah, dikatakan Ahmad Rida, itu juga bisa dicek di sertifikat.

Kalau misalnya dalam sertifikat tercatat kelebihan tanah tersebut termasuk sebagai jaminan dalam sertifikat, maka itu menjadi satu kesatuan dengan rumah.

“Tapi kalau terpisah, maka bagaimanapun itu tetap menjadi milik yang bersangkutan. Tidak mungkin kami berani menjual begitu saja. Dilihat dulu apakah kelebihan tanah tersebut masuk sebagai jaminan atau tidak, itu bisa dicek nanti,” ujarnya.

Klik disini untuk halaman asli


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *