Program 4.610 dari Kodim 0610/Sumedang Menarik Perhatian Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kadistan H. Ir.Amim. MM dan Kadis LH Ir. Yosep Sukayat saat mendapatkan penerangan dari Dandim 0610 Letkol Inf Zaenal Mustofa S.E.,M.Si, terkait program 4.610 di Makodim 0610/Sumedang jalan Pangkor No 164 Kelurahan Pasanggrahan Baru Kecamatan Sumedang Selatan , Senin (14/09/2020).

Sumedang, Medkom.id –  Pengaruh Keterlibatan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dalam bidang pertanian bersama kementrian Pertanian beberapa waktu belakangan ini berhasil mencuri perhatian yang tentunya menimbulkan beragam opini dan persepsi.

Partisipasi aktif TNI dalam mewujudkan swasembada pangan ini seharusnya mendapatkan apresiasi yang positif, dan tidak perlu diperdebatkan. Sebab, ketahanan pangan juga merupakan bagian dari program ketahanan negara, yang mana seluruh elemen bangsa termasuk TNI, wajib berperan aktif menjaga kedaulatan tanah air, salah satunya di bidang ketahanan pangan.

Untuk mendukung program ketahanan pangan tersebut, Kodim 0610/Sumedang pada saat ini sedang mengembangkan program unggulan bertajuk Ketahanan Pangan 4.610, yang merupakan pengembangan dari 4 jenis tanaman sayuran yang ditanam dalam 610 buah kantong polybag.

Program yang diprakarsai oleh Dandim 0610, Letkol Inf Zaenal Mustofa S.E.,M.Si ini ternyata menarik perhatian Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumedang, yang kemudian secara khusus mengunjungi Mako Kodim 0610 pada hari Senin (14/9).

Dandim yang didampingi Perwira Staf Kodim 0610/Sumedang, langsung memperkenalkan dan mengedukasikan program unggulan tersebut kepada Kadistan H. Ir.Amim. MM dan Kadis LH Ir. Yosep Sukayat beserta jajarannya di Makodim 0610/Sumedang jalan Pangkor No 164 Kelurahan Pasanggrahan Baru Kecamatan Sumedang Selatan , Senin (14/09/2020).

“Kunjungan kerja ini dilakukan untuk menjalin tali silaturahmi antara Kodim 0610/Sumedang dengan kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang dan Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Sumedang.” ujar Dandim.

“Program ini menanam empat jenis tanaman yaitu cabe keriting, cabe rawit, tomat serta terong dengan memakai media polybag dan diterapkan pupuk organik serta Bios 44.” terang Dandim.

“Kami sudah siap menjadikan Kodim 0610/Sumedang sebagai rumah bagi warga Sumedang. Jadi jangan ada kesan masyarakat takut masuk ke kodim.” ujarnya lagi.

Kepada Kadistan dan Kadis LH, Dandim menyatakan bahwa program 4.610 ini diharapkan bisa mencukupi kebutuhan pangan dirumah anggota Kodim dan masyarakat umum.

“Program ini diharapkan bisa menghijaukan lingkungan wilayah Sumedang, serta jangka panjangnya bisa diterapkan atau dicontoh oleh warga masyarakat di Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Sumedang untuk meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat.” pungkas Dandim.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang H. Ir.Amim.MM memberikan dukungan terhadap program 4.610 dari Dandim 0610/Sumedang ini.

“Saya akan berusaha menerapkan program ini di jajaran UPTD pertanian Kabupaten Sumedang terutama di kelompok tani wanita Sumedang, karena program ini akan sangat efektif untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga dan bisa bernilai ekonomis dalam jangka panjangnya.” ujarnya.

“Kunjungan ini tentu juga untuk kebaikan serta kemajuan dalam meningkatkan sektor pertanian dan lingkungan hidup diwilayah Kabupaten Sumedang, dengan kondisi pandemi covid 19 ini kesulitan ekonomi keluarga bisa teratasi,dan dapat mendukung program pemerintah dalam program swasembada pangan.” lanjut Kadistan.

Keterlibatan TNI dalam pertanian sejalan dengan Tugas pokok TNI dalam UU no 34 tahun 2004 khususnya dalam operasi militer selain perang, yang kemudian ditegaskan melalui Instruksi Presiden no 5 tahun 2011 Inpres  yang ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman antara kementrian pertanian dan Panglima TNI pada tahun 2012 di Pangkalan Bun tentang Upaya Khusus pendampingan TNI kepada kementrian pertanian khusunya dinas pertanian di daerah mulai dari penyediaan bibit, supply pupuk, luas tambah tanam, panen dan pasca panen termasuk serapan gabah petani oleh Bulog.

Kerjasama ini jelas bertujuan untuk mengembangkan ketahanan pangan nasional, sebagai sesuatu yang strategis dan berpengaruh terhadap keutuhan dan kedaulatan Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI).

Faktanya, kemudian di berbagai daerah TNI telah berhasil melakukan bermacam inovasi inovasi dalam dunia agrikultur. Contohnya, Bios 44 yang merupakan cairan dari jenis perpaduan beberapa mikroorganisme yang disatukan berfungsi untuk memperkecil hingga menutupi rongga-rongga yang ada lahan gambut dalam tempo tertentu. Cairan tersebut membuat lahan gambut tidak akan mudah terbakar.

Bios 44 yang awalnya dugunakan untuk mencegah kebakaran pada lahan yang mudah terbakar terutama lahan gambut, selanjutnya malah berkembang menjadi senyawa yang bisa digunakan untuk mengurai tanah tandus menjadi subur. Bahkan temuan para prajurit ini bisa digunakan untuk pengembangan budi daya perikanan dan penyubur tanah.

Selain itu, ada beberapa program agrobisnis yang sedang dikembangkan oleh beberapa Kodim di wilayah Jawa Barat. Antara lain pengembangan budi daya Magot (larva lalat, red), Azola serta ternak Bebek yang sedang dikembangkan oleh Kodim 0612/Tasikmalaya. Kemudian ada pula Budi daya Jamur Kodim 0613/Ciamis, serta hasil kerajinan tangan dan ternak lebah kelanceng yang tengah digarap oleh Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 301/Prabu Kian Santang.

Berbagai macam program yang sedang dikembangkan oleh pihak TNI saat ini terbukti sangat berguna untuk kemajuan seluruh bangsa Indonesia. Masyarakat jelas sangat-sangat terbantu dengan adanya program program dari TNI yang secara langsung telah mendukung program-program pemerintah RI. Namun yang lebih utama adalah kebersamaan TNI dan rakyat selama ini, akan semakin memperkokoh kedaulatan dan keutuhaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (pendim)

Editor : Raden Erik


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *