Polres Sumedang Berhasil Mengungkap Dua Kasus Penganiayaan Yang Menyebabkan Korban Tewas

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, dalam konferensi Pers di aula Mapolres Sumedang, Selasa (19/01/2021) menyampaikan keberhasilan jajarannya dalam mengungkap beberapa kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Sumedang selama bulan Januari 2021.

Sumedang, medkom.id –  Jajaran Polres Sumedang berhasil mengungkap beberapa kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Sumedang selama bulan Januari 2021. Keberhasilan pengungkapan sejumlah kasus tersebut disampaikan oleh Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, dalam Konferensi Pers di aula Mapolres Sumedang, Selasa (19/01/2021).

Kapolres Sumedang menyampaikan kasus pidana yang berhasil diungkap antara lain kasus penganiayaan yang menyebabkan korban tewas bernama Karta Gunawan, (37), warga Jalan Villa Bandung Indah RT 026 RW 004, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kemudian kasus penganiayaan yang menimpa korban bernama Endang Unayat, warga Sumedang Utara yang menyebabkan korban meninggal dunia. Dan satu kasus lagi penangkapan tersangka pengedar Narkoba di Jatinangor.

Dalam kasus pembunuhan yang menimpa korban Karta Gunawan, pihak Polres Sumedang berhasil menangkap tiga orang tersangka, yakni Agung Rohman alias Tile, Deri Sutisna alias Komeng, dan Nurcahyadi alias Ute. Sementara satu orang tersangka lainnya, Wisnu alias Black saat ini masih dalam pengejaran.

Dalam kronologi yang disampaikan oleh Kapolres, pembunuhan tersebut dilakukan oleh ke-empat orang tersangka di Jalan Raya Parakanmuncang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jumat (16/1/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.

Para tersangka melakukan tindak pidana penganiayaan dengan cara  memukul korban ke arah kepala menggunakan senjata Airsofgun sebanyak 3 kali pukulan. Tersangka Komeng memukul korban menggunakan tangan kosong sebanyak satu kali pukulan, sementara dua tersangka lainnya memukul punggung korban dengan menggunakan helm dan menendang motor korban.

Sementara tersangka Wisnu alias Black yang saat ini menjadi target DPO, menusukan pisau sangkur ke arah dada sebelah kiri korban. Tusukan dari tersangka Wisnu alias Black ini mengakibatkan Karta Gunawan tewas. Yang mengerikan, pisau sangkur yang ditusukan oleh Black dibiarkan menancap di dada kiri korban.

Dari tangan para tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti yang digunakan untuk menganiaya korban berupa ;

  1. 1 (satu) pucuk airsoftgun jenis FN warna hitam;
  2. 1 (satu) potong kemeja hijau bertuliskan Brigez DPW Subang;
  3. 1 (satu) potong kemeja biru tua biru muda dan putih bertuliskan XTC;
  4. 1 (satu) mata pisau sangkur;
  5. 1 (satu) buah baju lengan panjang warna hitam bertuliskan Brigez Indonesia;
  6. 1 (satu) buah celana pendek warna abu-abu;
  7. 1 (satu) buah kaos panjang warna abu-abu biru;
  8. 1 (satu) potong celana jeans panjang warna hitam;
  9. 1 (satu) potong Jaket Brigez warna biru kuning;
  10. (satu) Unit Sepeda Motor merk Yamaha RX King warna biru tua.

 

Akibat Cemburu Buta, Yopi Aniaya Endang Hingga Tewas

Kasus penganiayaan lain yang menyebabkan korban tewas juga terjadi di Kecamatan Sumedang Utara. Korban yang bernama Endang Unayat bin Endun Junaedi tewas setelah dianiaya oleh Yopi Suryana. Berdasarkan keterangan dari Kapolres Sumedang, tersangka mengaku kesal kepada korban setelah melihat isi chat mesra korban dengan istri tersangka.

Saat bertemu dengan korban, tersangka langsung meninju korban di bagian wajah. Pukulan pertama berhasil ditangkis oleh korban. Namun kemudian Yopi melayangkan  pukulan ke 2 yang mengarah ke area wajah dan mengenai rahang sebelah kiri dengan menggunakan kepalan tangan kanan kosong. Akibatnya Endang langsung limbung, sehingga terjatuh ke belakang dengan kepala bagian belakang membentur aspal. Akibat benturan tersebut, Endang langsung tidak sadarkan diri.

Melihat korban pingsan, tersangka kemudian berupaya meminta tolong kepada orang lain untuk membawa korban ke RSUD Sumedang. Namun sayang nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Dari hasil hasil autopsi, kematian korban tersebut disebabkan oleh kekerasan benda tumpul pada kepala yg menimbulkan patah tulang tengkorak, perdarahan dan kerusakan jaringan otak.

“Alasan penyebab tersangka melakukan pemukulan karena tersangka merasa cemburu sewaktu melihat isi chatting di HP milik istri tersangka ada kiriman gambar atau foto makanan berupa kue dari korban akhirnya tersangka curiga terhadap korban.” terang Kapolres.

Para tersangka penganiayaan tersebut dikenakan Pasal 351 ayat (1) dan ayat (3) KUHPidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun. Untuk keempat pelaku pengeroyokan dijerat Pasal 351 ayat (1) dan ayat (3) KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun. Dan jika nantinya terbukti melakukan pembunuhan, ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” terang Kapolres.

Pengedar Sabu Ditangkap Polres Sumedang

Polres Sumedang juga berhasil menangkap tersangka pengedar narkoba jenis sabu – sabu di wilayah Jatinagor, Kabupaten Sumedang.

Tersangka pengedar sabu yang berinisial BR, (37 ) tahun yang beralamat di , Dsn. Cicalung, Rt. 004 Rw. 005, Ds. Cilembu, Kec. Pamulihan, Kab. Sumedang ini ditangkap dengan barang bukti berupa satu paket sabu seberat 0,89 gram.

Satuan Narkoba Polres Sumedang berhasil menangkap tersangka di depan Gerbang Perum Griya Jatinangor I, Dusun Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.

Saat digeledah, dari tangan tersangka BR berhasil ditemukan 1 (satu) paket sabu seberat 0.89 gram yang dimasukan kedalam sedotan bening dan dimasukan kembali kedalam bekas bungkus rokok. Selain itu, polisi juga turut mengamankan barang bukti lainnya berupa 1 (satu) buah Handphone merk ADVAN warna gold berikut Simcard.

Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika dan ancaman hukuman diatas 5 tahun.


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *