Polres Sumedang Berhasil Menangkap Pengedar Narkoba dan Penjual Miras Ilegal

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, medkom.id – Polres Sumedang berhasil meringkus lima orang tersangka pengedar dan pengguna tembakau sintetis atau yang kerap disebut tembakau gorila. Dari pengungkapan kasus peredaran narkotika sitetis ini Sat Res Narkoba sumedang berhasil menangkap lima orang tersangka pengedar dan pengguna yaitu Bag alisa Boby, Okw, GN alias Gugun, AN alias Ahonx, dan EH.

Dalam Press Conference di Aula Tribrata, Kapolres Sumedang AKBP Eko Praetyo Robbiyanto menerangkan, Bag alias Bobby merupakan tersangka pertama yang ditangkap. Saat ditangkap, Boby mengaku membeli tembakau terlarang tersebut dari OKW.

Selain untuk digunakan sendiri, Boby juga menjual barang haram ini kepada rekannya, GN alias Gugun.

Berdasarkan keterangan dari Boby tersebut, Polisi langsung melakukan penyergapan terhadap OKW pada hari Senin tanggal 22 Maret 2021 sekira pukul 12.30 wib, di Perumahan SBG Jatinangor Kabupaten Sumedang.

Saat dilakukan penyidikan, selain kepada Boby, OKW juga mengaku telah menjual narkoba ini kepada tersangka lainnya, AD alias Ahonx. Berdasarkan pengakuan OKW tersebut, polisi langsung bergerak untuk mengamankan Ahonx.

Diketahui kemudian Ahonx menjual kembali tembakau gorila ini ke EH yang ditangkap belakangan.

Menurut Eko, para tersangka melakukan transaksi sebelum melakukan transaki, mereka berkomunikasi melalui jaringan media sosial. Dari tangan para tersangka, Polres Sumedang berhasil mengamankan barang bukti beberapa paket narkotika sintetis jenis tembakau Gorila dan Handphone yang dijadikan alat komunikasi untuk melakukan transaksi.

Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 114 ayat (1) dan atau 112 ayat (1) dan atau pasal 127 ayat (1) huruf a Jo Permenkes No. 4 tahun 2021 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika dan UU Narkotika No.35 tahun 2009.

“Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah).” terang Kapolres Sumedang, AKBP Eko Praetyo Robbiyanto, Selasa (30/3).

Pengedar Miras Ilegal Diobrak Abrik Polisi

Jelang bulan Ramadhan yang akan jatuh pertengahan bulan April 2021, Polres Sumedang gencar melakukan razia minuman keras.

Razia yang digelar bersama oleh anggota Sat Narkoba Polres Sumedang Polres Sumedang itu, menyisir sejumlah tempat yang dilaporkan warga menjual minuman keras baik dalam botol atau miras oplosan.

Hasilnya, ratusan botol miras berbagai jenis berhasil diamankan para petugas Polres Sumedang dalam razia tersebut dari beberapa penjual di wilayah Sumedang. Polisi juga menangkap empat orang tersangka penjual miras ilegal dengan inisial, NH, HN, MS dan PN.

Dari lapak yang tersebar di kecamatan Wado, Darmaraja, Sumedang Utara dan Cimanggung ini Polres Sumedang berhasil menyita berbagai jenis miras ilegal dengan rincian sebagai berikut ;

  1. 79 (tujuh puluh sembilan) botol miras jenis Ciu kemasan botol Aqua besar total 118,5 liter
  2. 6 (enam) buah drigen warna biru minuman tradisional jenis Tuak total 180 Liter
  3. 6 (enam) buah plastik bening kemasan 1 (satu) liter minuman tradisional jenis Tuak total 6 liter
  4. 1 (satu) ikat besar kulit kayu Raru
  5. 2 ( dua ) ikat kecil kulit kayu Raru bekas pakai
  6. 1 (satu) buah corong warna biru.
  7. 1 (satu) buah saringan warna hijau
  8. 1 (satu) buah jolang warna hitam
  9. 111 (sertatus sebelas) botol minuman berbagai merk :
  • 48 (dua puluh enam) botol Arak Kecil
  • 19 (sembilan belas) botol Anggur Merah Kecil
  • 12 (sepuluh) botol Anggur Merah Besar
  • 16 (enam belas) botol Intisari
  • 15 (lima belas) botol Bir Pros
  • 1 (satu) botol Arak Besar

Editor : Raden Erik


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *