Pertama di Indonesia, Polres Sumedang Memiliki Alat Canggih Pendeteksi Virus Covid 19

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, medkom.id – Kapolres Sumedang AKBP. Eko Prasetyo Robbiyanto mengatakan Pemerintah pada saat ini masih berusaha keras mengurangi laju penyebaran Covid 19 melalui kegiatan 3T ( Testing, Tracing, Treatment).

Berbagai cara teknis dan non teksnis telah dilakukan oleh pemerintah untuk menekan laju paparan virus mematikan ini.

Terkini, Polres Sumedang memperkenalkan sebuah alat canggih bernama GeNose C19.

Menurut Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbiyanto, alat bernama GeNose C19 ini disebut dapat mendeteksi virus Corona Covid-19 dengan cara mudah dan biaya yang murah. GeNose C19 sendiri merupakan singkatan dari Gadjah Mada Electronic Nose.

“Ya, alat ini memang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendeteksi Covid-19 melalui embusan napas.” kata Eko dalam launching GeNose C19, Kamis (8/4).

“Genose C19 ini sebuah peralatan yang sangat bermanfaat dalam melakukan testing dan Tracing dalam Kasus covid 19.” kata Eko.

Eko menjelaskan Saat Ini Genose C19 baru ada di 12 kota besar di indonesia itupun hanya berada di bandara dan stasiun kereta api di bawah operator kementrian perhubungan.

“Jadi GeNose C19 milik Polres Sumedang ini dapat di katakan sebagai yang pertama yang dimiliki oleh Polres di seluruh Indonesia.” kata Eko lagi.

Kata Eko, di Jawa Barat sendiri baru ada 1 Lokasi yang menggunakan Genose 19.

“Di Jawa Barat baru ada satu tempat yang menggunakan perangkat ini, yakni di bandara Husen Sastranegara.” ujarnya.

Eko menerangkan alat ini lebih cepat 8 kali lipat dimana jumlah peserta Ravid test antigen 683 orang perharinya atau 15 persen dari rata rata harian peserta pemeriksaan Genose 19 dari 4.653 perhari.

“Cara kerja GeNose C19 ringkas dan cepat dalam mendektesi covid 19 dengan tingkat akurasi 90 sampai dengan 95 persen. GeNose C19 bekerja dengan mengenali Pola senyawa metabolit, yang terbentuk dari orang yang sudah terinfeksi covid 19 hanya melalui sampel napas.” terang Eko lagi.

“Alat ini nantinya akan di pergunakan di tempat tempat penyekatan seperti di wilayah Jatinangor, Tomo dan Terminal Ciakar Sumedang.” tandas Eko.

Editor : Raden Erik


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *