Pernyataan Sikap DPC Partai Demokrat Sumedang Terhadap KLB Deli Serdang

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, medkom.id – Polemik di tubuh Partai Demokrat (PD) semakin memanas setelah para kader yang dipecat dari partai berlambang bintang Mercy ini nekat menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang Sumatera Utara Jum’at 5 Maret lalu.

Sebelumnya pada awal Februari lalu muncul isu bahwa sejumlah petinggi Demokrat berencana akan menggusur posisi ketua umum yang tengah dijabat oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Nama Jenderal (purn) Moeldoko yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staff Kepresidenan (KSP) digadang – gadang menjadi pengganti AHY di pucuk pimpinan PD. Sejumlah elit PD dituding sebagai pihak yang menyerukan wacana untuk melengserkan AHY dan menggantikannya dengan Moeldoko.

Namun tuduhan tersebut disanggah mati – matian oleh para oknum yang ditenggarai menjadi otak dibalik isu kudeta tersebut.

Bahkan Moeldoko sendiri sempat membantah dirinya terlibat dalam kudeta yang dituduhkan kepada dirinya itu.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah tuduhan akan mengkudeta AHY.

Saat itu mengingatkan para pihak agar tak melempar fitnah kepada dirinya dengan menuding hendak mengambil alih kekuasaan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhyono (AHY).

“Saya ingatkan hati-hati, jangan fitnah orang,” kata Moeldoko dalam jumpa pers di kediamannya, Jakarta, Rabu (3/2) lalu yang dilansir dari CNN Indonesia.

Pensiunan jenderal bintang empat itu pun meminta para pihak yang melempar tuduhan tak berdasar berhenti membuat candaan.

“Anggap saya punya pasukan bersenjata, emang gue bisa todong senjata? Datang DPC, DPD. Semua ada aturan AD/ART dalam sebuah parpol. Jangan lucu-lucuan gitu lah,” kata Moeldoko, Kamis (4/2) lalu seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Berhembusnya isu kudeta ini kemudian memakan korban. Sejumlah kader senior yang sebagian diantaranya merupakan pendiri Partai Demokrat didepak secara tidak hormat oleh AHY.

Mereka dituding terlibat dalam upaya mengkudeta putra dari mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Para kader senior yang didepak oleh AHY itu antara lain Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, Ahmad Yahya, dan Marzuki Alie.

Kader – kader yang terdepak itu pun kemudian meradang. Mereka berusaha melawan dengan menggagas Kongres Luar Biasa (KLB) yang bertujuan untuk mendongkel AHY dari kursi ketua umum.

Pada akhirnya isu akan adanya kudeta kepemimpinan di DPP Partai Demokrat ini seolah terbukti benar adanya setelah para pecatan partai Demokrat menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di The Hill Hotel, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumut, Jumat (5/3/2021).

Politisi dan salah satu pendiri Partai Demokrat, HM Darmizal MS yang notabene telah dipecat oleh DPP Demokrat mengklaim KLB ini dihadiri sekitar 1.200 orang yang terdiri dari peserta DPC dan DPD dan tamu undangan dari seluruh tanah air.

Hasilnya, Moeldoko yang sebelumnya menolak disebut sebagai dalang kudeta terhadap AHY, secara aklamasi didapuk sebagai Ketua Umum versi KLB mengalahkan Marzuki Alie.

Kongres yang membidani Moeldoko sebagai pemimpin Partai Demokrat versi KLB ini tak pelak mengundang reaksi dari berbagai pihak, terutama dari DPP Partai Demokrat sendiri.

KLB itu pun disebut ilegal karena tidak sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Demokrat serta tak adanya pemegang suara yang sah.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak tinggal diam dengan munculnya Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara yang menetapkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai ketua umum ini.

Dilansir dari Liputan6.com, rencananya  AHY langsung melakukan Apel Siaga dengan mengumpulkan 34 Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Minggu malam (7/3/2021) secara virtual.

Pernyataan Sikap DPC Partai Demokrat Sumedang

Senada dengan yang lainnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sumedang, Otong Dartum yang ditemui setelah selesai menghadiri Muscab PKB di gedung Islamic Center Sumedang, Minggu (7/3/2021), Otong Dartum menilai bahwa KLB tersebut tidak sah.

“Jelas KLB di Medan itu tidak sah karena yang hadir disana bukan pemegang suara (yang sah). Pemegang suara yang sah itu adalah ketua DPD dan Ketua DPC.” ujarnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Sumedang, Otong Dartum (kanan) saat menyampaikan pernyataan sikap DPC PD Sumedang terhadap KLB Demokrat, di Gedung Islamic Center Sumedang, Minggu (7/3).

“Kita bisa melihat siapa saja yang hadir disana. Mereka yang datang ke KLB tersebut adalah orang – orang yang sudah dipecat. Artinya KLB tersebut tidak memenuhi syarat dan tidak sesuai AD/ART Partai.” terang Otong Dartum.

“Kami juga menganggap kegiatan ini inkonstitusional karena tidak sesuai AD ART partai pasal 83 nomor 1 dan 2 atau tidak dihadiri dua per tiga pengurus DPD di seluruh Indonesia lalu tidak dihadiri setengah pengurus DPC di seluruh Indonesia.” terangnya lagi.

Saat disinggung kemungkinan hasil KLB ini akan disahkan oleh pemerintah, Otong Dartum berharap agar pemerintah tidak sampai mensahkan hasil KLB tersebut.

“Kami berharap kepada bapak presiden, melalui Menkumham agar tidak mensahkan hasil KLB tersebut, karena memang tidak memenuhi syarat – syarat. Yang memimpin saja tidak sah, apalagi hasilnya.” lanjutnya.

Otong Dartum pun menjamin bahwa DPC PD Sumedang satu suara dan tetap tegak lurus kepada partai dengan memberikan dukungan penuh kepada Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“DPC beserta PAC se-Sumedang akan tetap fatsun dan loyal kepada bapak AHY.” tegasnya.¬†(Erik/Gani).


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *