Penertiban PKL Jalan Tampomas Sumedang Diwarnai Kericuhan

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, SUKON– Pemerintah Kabupaten Sumedang kembali melakukan penertiban para PKL liar yang berada di Jalan Tampomas, Sumedang pada hari Kamis (18/7).

Penertiban tersebut dilakukan karena sesuai Perda, jalur tersebut merupakan jalur yang dilarang untuk berjualan.

Namun penertiban Kamis (18/7/2019) siang tersebut tidak berlangsung dengan lancar karena banyak pemilik lapak PKL yang melakukan perlawanan kepada para petugas Satpol PP yang berusahan mengamankan barang jualan milik PKL tersebut.

Para pedagang yang tidak terima barang dagangannya dibawa berusaha melawan para petugas Satpol PP. Mereka sempat bersitegang dengan para petugas dengan berusaha mengambil kembali barang barang mereka dari tangan petugas.

Sebelumnya Pemkab Sumedang melalui Satpol PP telah beberapa kali mengirimkan surat peringatan yang ditujukan kepada para pedagang kaki lima (PKL) liar yang berada di Jalan Tampomas dan Taman Endog. Bahkan penertiban PKL di Jalan Tampomas ini merupakan yang kesekian kalinya. Namun para PKL ini selalu membandel.

Pada peringatan terakhir yang disampaikan pada hari Selasa (16/07/2019), Pemkab Sumedang memberikan batas waktu tiga hari yakni sampai hari Kamis kepada para PKL untuk membongkar sendiri lapak dagangannya dan meninggalkan area terlarang tersebut. Namun peringatan tersebut tidak juga diindahkan, yang pada akhirnya Pemkab Sumedang menurunkan para petugas Satpol PP untuk melakukan penertiban.

Ditemui dilokasi penertiban, Plt Kasatpol PP, Deni Hanafiah menegaskan, dengan tidak di indahkannya surat peringatan tersebut, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

“Kepada para pedagang kaki lima kami menghimbau untuk segera meninggalkan dan tidak mengulang berjualan di bahu sekitar Jalan Tampomas lagi, karena menyebabkan kemacetan dan penyempitan jalan.” tegasnya.

Deni pun mengancam akan mempidanakan para pedagang yang membandel.

“Mulai besok, kita akan melaporkan para pedagang yang membandel dengan Tipiring ( tindak pidana ringan )” ancam Deni.

Ditambahkan, Deni, ada kemungkinan sampai nanti malam pun akan Kami kerahkan personil untuk berjaga di kawasan konflik, sampai benar-benar kondusif dan bersih dari PKL liar.

“Karena itu sudah menjadi tanggung jawab Kami sebagai lembaga Penertiban dan Penegak Perda di Pemkab Sumedang.” pungkasnya.

Reporter : Ghani – Editor : Erix Right


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *