Pemerintah Sumedang Berhasil Tertibkan PKL di Jalan Tampomas Dengan Lancar

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WAKIL Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan, membuktikan ucapannya untuk melakukan penertiban terhadap para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tampomas Sumedang.

Tindakan tegas ini dilakukan setelah sebelumnya pada hari Jum’at (14/12) lalu pihak Pemkab Sumedang melakukan pertemuan dengan para PKL tersebut. Pertemuan dengan para PKL tersebut untuk meminta kesedian dari para pedagang agar pindah ke Pasar Baru Sumedang yang sudah rampung dibangun.

“Kami akan merelokasi para PKL tersebut ke lantai 2 Pasar Sandang Sumedang,” kata Erwan.

Seharusnya, penertiban PKL akan dilaksanakan pada Jumat (14/12/2018) pekan lalu. Namun, dikarenakan ada penolakan dari para pedagang, penertiban akhirnya dibatalkan.

Erwan kemudian mengumpulkan para PKL tersebut untuk melakukan mediasi. Namun mediasi antara para PKL di jalan Tampomas dan Wakil Bupati Sumedang itu berakhir buntu. Bahkan Erwan sempat merasa tersinggung karena para pedagang melakukan walkout disaat mediasi masih berlangsung.

Dalam pertemuan tersebut, sebagian besar PKL menolak untuk direlokasi. Para PKL tetap ingin melanjutkan berjualan di jalan Tampomas, sementara pihak Pemkab Sumedang menyatakan bahwa penertiban itu dilakukan sesuai dengan Perda yang melarang PKL berjualan di atas trotoar dan bahu jalan.

Setelah pertemuan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan, akhirnya Erwan menegaskan akan tetap membongkar lapak lapak PKL tersebut pada hari Senin (17/12).

“Paling lambat hari Senin nanti, mereka harus sudah pindah!” seru Erwan, Jum’at (14/12).

“Sebagai ganti lapak yang kami bongkar, pemerintah Sumedang sudah mempersiapkan kios – kios di Pasar Sandang Sumedang yang sudah rampung dibangun,” lanjutnya.

Dalam proses eksekusi para PKL di jalan Tampomas hari Senin (17/12) mulai pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore tadi, Pemkab Sumedang melibatkan aparat gabungan kurang lebih sebanyak 1.200 orang yang terdiri dari TNI dan Polri. Para aparat tersebut disiagakan guna mengamankan proses eksekusi yang dilakukan oleh SatPol PP Sumedang.

Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo saat memimpin pengamanan penertiban PKL Jalan Tampomas Sumedang, Senin (17/12).

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo yang diwawancarai oleh Sukon menyatakan siap mendukung setiap program Pemerintah Daerah Sumedang, termasuk untuk membantu pengamanan penertiban PKL.

“Personel Polres Sumedang bertugas untuk membantu mengamankan dan mengawal pembongkaran lapak PKL ini. Kegiatan bisa dinilai lancar, karena tahapan demi tahapan dilakukan secara persuasif dengan melakukan pendekatan kepada para PKL, hingga pembongkaran semua berjalan lancar. Ada juga sebagian pedagang yang secara sukarela membongkar sendiri lapaknya.” jelas Kapolres usai gelar apel penutupan kegiatan di depan pasar Sandang Sumedang, Senin sore, (17/12).

Masih dikatakan Kapolres, dalam PAM ini anggota disiapkan dari semua fungsi.

“Kami menurunkan sekitar dua ratusan pesonel, yan terdiri dari Resersenya, Sabhara, dan satuan – satuan lainnya. Hasilnya cukup menggembirakan, kegiatan penertiban para PKL berjalan lancar, tentunya semua ini berkat kerjasama yang baik antara steak holder yang ada semua tetap berkontribusi dalam penyelenggaraan tersebut,” ujar Hartoyo.

Penertiban tersebut mendapat dukungan dari para pengguna jalan. Mereka rata-rata merasa bersyukur dengan pembongkaran lapak lapak PKL itu.

Engkus (52), seorang warga lingkungan Ketib Sumedang menyatakan bahwa jalan Tampomas itu memang sudah semrawut sejak beberapa tahun terakhir ini dikarenakan tumpahnya ruahnya para pedagang yang memakan badan jalan.

“Setiap hari disini selalu macet, karena lapak – lapak para pedagang menghambat lalu lintas. Belum lagi sampah yang menumpuk membuat lingkungan menjadi kotor dan bau. Pokoknya kurang nyaman lah” kata Engkus.

Pendapat senada dinyatakan oleh salah seorang pengemudi angkutan umum yang tidak mau disebutkan namanya.

“Alhamdulillah ya, semoga dengan tidak adanya pedagang di jalan Tampomas ini laju kendaraan bisa lebih lancar lagi. Karena selama ini mobil angkutan umum sering dituding menjadi sumber kemacetan di depan pasar Sumedang. Padahal sebenarnya penyebab utama kemacetan adalah lapak pedagang yang memakan badan jalan.” kata supir angkot tersebut.

Warga yang dihubungi oleh Sukon berharap agar penertiban para PKL ini bisa berlanjut ke titik rawan macet di Jalan Panyingkiran yang tepat berada di seberang Taman Endog.

Reporter : Usep jamaludin

Editor : Erix Right


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *