Pemerintah Bebaskan ‘Raja Debt Collector ‘ Dari Penjara

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Raja Preman, Raja Debt Collector, dan The Godfather, adalah julukan yang pantas disematkan kepada sosok John Kei.

John Kei yang memiliki belasan ribu pengikut setia ini memang dikenal sebagai raja preman yang ‘menguasai’ Jakarta dan sekitarnya. Ia disebut-sebut memiliki bisnis jasa pengamanan, jasa penagihan, jasa konsultan hukum, dan pemilik sasana tinju Putra Kei.

Sosok John Refra alias John Kei barangkali memang jarang didengar oleh segelintir orang. Namun bagi masyarakat Jakarta, barangkali sejumlah pihak di kota-kota lain, nama John cukup dikenal bahkan ditakuti.

John Kei dianggap sebagai preman bengis yang “menguasai” Ibu Kota paska merebut singgasana dari grup Timor Flores pimpinan Hercules. Sebelum menundukan grup Hercules, John Kei terlebih dahulu menaklukan grup preman lain yang diketuai Basri Sangaji yang tewas ditembak oleh sekelompok yang diduga dari kelompok Kei.

Sejak menaklukan para rivalnya, John Kei dan anak buahnya semakin leluasa menancapkan kekuasaan di wilayah Jabodetabek. Hampir semua jaringan berbasis jasa pengamanan dan penagihan dikuasai oleh kelompoknya. Sehingga kemudian ia dijuluki “The Godfather of Jakarta”.

Namanya mencuat ke publik secara luas setelah dirinya didakwa atas pembunuhan bos PT Sanex Steel, Tan Hary Tantono alias Ayung pada 2012 lalu.

Dalam kasus tersebut John Kei pun dijatuhi vonis 12 tahun penjara. Tak terima atas vonis tersebut, pengacara John Kei mengajukan banding. Namun nahas, di Mahkamah Agung (MA), hukuman John Kei malah ditambah menjadi 16 tahun penjara.

Setelah tujuh tahun dipenjara, kini John Kei ‘dilepas’ untuk menghirup udara bebas. Pasalnya Kementerian Hukum dan HAM telah memberikan pembebasan bersyarat atas John Kei pada Kamis (26/12) kemarin.

“Narapidana atas nama John Refra alias John Kei bin Pauliinus Refra telah bebas menjalani pembebasan bersyarat pada tanggal 26 Desember 2019,” kata Kabag Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Permasyarakatan Ade Kusmanto, dilansir dariĀ Detik News, Jumat (27/12).

“Berdasarkan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor Pas-1502.PK.01.04.06 Tahun 2019 tanggal 23 Desember 2019.”

“Setelah memenuhi persyaratan, diberikan program pembebasan bersyarat,” terang Ade melanjutkan. “(Mulai) tanggal 26 Desember 2019 dan masa percobaan berakhir 31 Maret 2026.”

John Kei sbelumnya ditahan di rumah tahanan (Rutan) Salemba, namun tidak lama kemudian dia dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Selama berada di penjara, John Kei dikabarkan telah bertobat. Bahkan ada kabar yang menyebutkan dirinya telah menjadi mu’alaf. Namun kabar Islam-nya John Kei tersebut kemudian dibantah oleh keluarganya.

Sepanjang menjalani masa pidana, John Kei telah mendapat remisi sebanyak 36 bulan 30 hari, alias 3 tahun 1 bulan. Dengan demikian, John bisa bebas murni pada 31 Maret 2025, namun akhirnya dipercepat dengan mekanisme bebas bersyarat.

Dikutip dari berbagai sumber.

Editor: Raden Erik


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *