Pemberian Gelar ‘Pangeran Sumedang’ kepada K.H.Ma’ruf Amin Menuai Polemik

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


K.H. Ma’ruf Amin bersama sejumlah tokoh sunda di Hotel Horison Bandung, sabtu 19/1/2019. (Sumber : pasjabar.com)

Sumedang, Sukon – Calon Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin dikabarkan telah dianugerahi gelar Pangeran Sumedang oleh Paguyuban Pasundan pada hari Sabtu (19/1/2019), di Hotel Horison Bandung.

Sebagaimana diberitakan oleh media pasjabar.com, gelar tersebut diberikan oleh sejumlah tokoh masyarakat sunda antara lain, Solihin GP, Ketua PB Panguyuban Pasundan Prof. Didi Turmudzi,  Teti Kadi, dan sejumlah tokoh partai pendukung Jokowi-Ma Aruf

Namun rupanya pemberian gelar Pangeran kepada tandem Jokowi ini telah membuat gusar sebagian masyarakat Sumedang, bahkan langsung mendapat penolakan dari beberapa budayawan Sumedang.

Ada yang menilai bahwa pemberian gelar tersebut bernuansa politis, ada pula yang menilai bahwa gelar yang diberikan kepada Ma’ruf Amin tidak sah karena dikeluarkan oleh lembaga yang tidak memiliki wewenang dalam pemberian gelar.

Sejak beredarnya berita ini, linimasa Karaton Sumedang Larang di jejaring sosial Facebook dibanjiri oleh komentar – komentar dari para netizen yang umumnya menolak gelar tersebut.

Sebagian netizen yang umumnya warga atau keturunan Sumedang menilai bahwa Paguyuban Pasundan tidak punya hak berikan gelar Pangeran kepada siapapun karena bukan lembaga resmi Kewargian atau seke seler keturunan leluhur Sumedang.

Ada pula yang menilai bahwa meskipun K.H. Maruf keturunan Prabu Geusan Ulun raja Sumedang Larang tapi bukan keturunan langsung tapi campuran Banten Sumedang.

Beberapa tokoh budaya Sumedang, antara lain Lies Teti Rachmawati dan Asep Sulaiman Fadil Adiwinata dalam keterangan yang dikirimkan melalui aplikasi Whatsapp, menyatakan bahwa pihak Keturunan dan Trah beserta Kerabat Karaton Sumedang Larang tidak ikut terlibat dan tidak bertanggungjawab dalam acara pemberian gelar kepada K.H.Ma’ruf Amin seperti yang diberitakan oleh beberapa media massa.

Sementara Mintragna Kusumah yang juga seorang tokoh budaya sunda melalui akun facebooknya mengaku mendapatkan undangan dalam acara tersebut, namun ia menyatakan tidak sempat menghadiri acara itu. Mintragna Kusumah juga mempertanyakan tentang prosedur dan latar belakang pemberian gelar kepada K.H.Ma’ruf Amin ini.

Akun facebook dengan nama Prana Jiwa ikut memberikan pendapat bahwa Gelar PANGERAN SUMEDANG hanya diberikan terakhir kpd Rd. Sadeli / Aria Soeria Atmadja. Sejak itu sudah tdk ada orang berhak gunakan gelar Pangeran Sumedang kecuali Pangeran Soeria Atmadja / Pangeran Mekkah. Gelar pangeran diberikan karena jasanya membangun Sumedang.

‘Kegaduhan’ ini disinyalir berawal dari beredarnya berita yang dimuat oleh media pasjabar.com seperti yang tercantum dibawah ini :

https://pasjabar.com/2019/01/19/maruf-amin-diberi-gelar-pangeran-sumedang/

Berita ini kemudian dibagikan oleh beberapa netizen ke berbagai lini masa facebook, yang pada akhirnya membuat kehebohan diantara para pelaku budaya dan warga Sumedang.

Menurut informasi terakhir yang didapat oleh Sukon dari salah seorang sesepuh Puseur yang tidak mau disebutkan namanya, panitia acara itu telah memberikan klarifikasi kepada dirinya bahwa tidak ada penganugerahan Pangeran Sumedang Larang. Yang ada adalah acara pengukuhan K.H.Ma’ruf Amin sebagai Tokoh Agama dan masyarakat Sunda . Hanya saja memang diakui ada penyerahan kudjang dan penyematan selendang putih dari tokoh sunda.

Seorang pengamat budaya Sumedang, Raden Erik Munggarawan  berpendapat bahwa pemberian sebuah gelar memang sebaiknya dilakukan melalui prosedur dan pengkajian yang mendalam. Dan sudah sepatutnya pula diberikan oleh lembaga atau pihak – pihak yang berkompeten dalam hal tersebut.

“Harus dikaji bersama pihak pihak yang hapal sejarah dan silsilahnya, jadi jangan sembarangan memberikan gelar. Apalagi di Sumedang ini kan ada Rukun Wargi Sumedang atau RWS sebagai salah satu pihak yang jelas memiliki kompetensi dalam pemberian gelar bangsawan kerajaan Sumedang Larang kepada seseorang.” ujarnya.

(Usep)


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *