Nyam…Ini Dia Siomay Mang Jaja Yang Terkenal Paling Gurih dan Legit di Sumedang

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, medkom.id – Bagi warga Sumedang terutama yang sering lalu lalang di seputaran dalam kota Sumedang, pasti sudah pernah mencicipi nikmatnya siomay Mang Jaja. Dengan rasa yang enak serta legit, orang pasti akan ketagihan dengan siomay yang satu ini.

Saat dicoba, rasa gurih enak langsung terjejak di lidah. Bagian luarnya begitu legit, dan komposisi antara rasa dan tekstur siomaynya seimbang. Dicocol ke dalam saus kacang berwarna coklat yang manis gurih. Empuk dan enak!

Siomay Mang Jaja ini bisa dikatakan spesial karena selain rasanya yang enak, juga karena memiliki tekstur yang kenyal nan legit. Selain itu, harganya pun relatif terjangkau untuk kantong masyarakat di kota kecil seperti di Sumedang ini. Anda bisa memilih membeli perbuah atau paket. Bila anda memilih bijian, anda cukup membayar Rp.1250/buah. Namun jika anda hendak membeli paket, anda cukup mengeluaran uang Rp.8000/porsi dengan isi 7 potong siomay atau pilihannya seperti kentang, tahu, dan kola tau telur.

Tingkat kepedasannya juga bisa disesuaikan karena Siomay yang tersebar di dalam kota Sumedang ini dihidangkan dengan sambal dan saus kacang terpisah. Apalagi saat dibubuhi perasan jeruk nipis, bumbunya makin terasa segar.

Disamping rasa siomay yang enak dan bergizi di Siomay Mang Jaja ini juga selalu memberikan keramahan pelayanan pada konsumen.

Siomay Mang Jaja yang digemari oleh masyarakat Sumedang ini mulai dirintis sejak tahun 2011. Disebut Siomay Mang Jaja, karena penemu racikan siomay ini memang bernama Jaja, atau lengkapnya Jaja Sutisna (51). Dari tahun ke tahun Mang Jaja sapaan akrabnya, selalu teliti dalam mengolah dan memastikan rasa yang khas untuk Siomay yang ia buat. Namun, keberhasilan usahanya ini bukan diraih dengan mudah.

Jaja Sutisna (51), pemilik Siomay Mang Jaja. Foto : medkom.id

Sebelum memulai usaha siomay di Sumedang, Jaja sebelumnya berjualan siomay yang sama di Kota Bekasi sejak tahun 1990. Namun karena beberapa sebab, akhirnya pada tahun 2010, Jaja memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya di Sumedang. Sempat vakum berusaha, pada tahun 2011 Jaja memutuskan untuk kembali berjualan siomay di Sumedang.

Saat itu ia hanya memiliki sebuah gerobak saja. Itupun Jaja sendiri yang langsung berjualan, dengan dibantu oleh istrinya. Dengan modal seadanya, Jaja membuat sendiri gerobak lengkap dengan peralatannya. Karena memiliki rasa yang enak, serta dengan tekstur yang sedikit bebeda dari siomay biasa, maka jualan Mang Jaja mulai digemari oleh para konsumennya. Sehingga kemudian usahanya pun mulai berkembang, dan hingga sekarang Siomay Mang Jaja telah menambah beberapa gerobak sampai 8 unit. Belum lagi outlet – outlet yang bermitra dengan Siomay Mang Jaja, seperti outlet yang berada di Pujasera seberang IGD RSUD Sumedang.

Salah satu mitra Siomay Mang Jaja yang terletak di Pujasera depan IGD RSUD Sumedang. Foto : medkom.id

Kini Anda dapat menjumpai Siomay Mang Jaja yang tersebar di sekitar Jl. Pangeran Geusan Ulun, Jl. Mayor Abdurahman, dan Jl.11 April – Tegalkalong Sumedang, dan di beberapa lokasi lainnya. Dan hingga kini, Siomay Mang Jaja sudah mempekerjakan sekitar 8 orang pedagang, serta beberapa orang pekerja untuk membantu di dapurnya.

Dalam sehari, Mang Jaja bisa menghabiskan puluhan kilo bahan baku, yang menurut Jaja semua bahan yang dia pergunakan aman dan menyehatkan karena tidak mengandung bahan berbahaya seperti pengawet atau pengenyal buatan.

Untuk urusan komposisi adonan dan bumbu siomay Jaja sendirilah yang mengerjakannya, namun saat melakukan penggilingan adonan, ia mempercayakan ke salah satu tempat penggilingan langganannya. Dari hasil olahan adonan tersebut, Jaja bis menghasilkan siomay yang kenyal dan legit. Begitu juga dengan bumbu kacangnya yang gurih.

Siomay Mang Jaja mulai beredar setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga 10 malam. Menurut Jaja, dalam sehari ia bisa mengantongi omzet jutaan rupiah. Dari usahanya itu pula, Jaja bisa menghidupi keluarganya serta bisa menyekolahkan dua putranya.

Salah satu gerai siomay Mang Jaja di depan Kantor Pos Sumedang, yang selalu diserbu oleh pembeli. Foto: medkom.id

Toto (25), salah seorang anak buah dari Jaja yang berjualan di depan Kantor Pos Sumedang mengatakan bahwa dalam sehari ia bisa menjual siomay rata – rata 1000 sampai 1200 potong. Menurutnya, Siomay Mang Jaja ini telah memiliki langganan tetap yang rutin membeli siomay ditempatnya. Dan setiap harinya selalu saja ada pelanggan yang baru.

Melalui usahanya ini, Jaja Sutisna mempunyai tekad besar agar dapat menyekolahkan putra-putrinya hingga jenjang yang lebih tinggi. Beliau sangat yakin bahwa Tuhan-lah yang mengatur rizki, sehingga Jaja tidak pernah takut bersaing dengan beberapa orang yang membuka usaha sama dengannya. Bahkan ada salah satu mantan karyawannya yang turut membuka usaha yang sama yaitu berjualan siomay. Namun menurutnya, usaha yang dijalankan mantan karyawannya itu tidak mampu menyaingi Siomay Mang Jaja binaannya.

Dalam memimpin karyawanpun, beliau mengaku tidak pernah mematok target omset dan sebisa mungkin mengayomi karyawannya. Resepnya adalah sabar kalau punya karyawan. Usahanya tersebut diakuinya tidak menggunakan resep khusus. Beliau hanya berpedoman untuk menjual semurah mungkin, aman dikonsumsi dan alami. Bahkan Jaja pun terbilang sangat selektif dalam memilih bahan baku yang terbaik demi menjaga kualitas siomaynya.

Jaja Sutisna pun mengharuskan kepada tiap anak buahnya agar memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggannya dengan selalu ramah dalam melayani setiap pembeli.

Di balik kesuksesan Siomay Mang Jaja ini, ada kesabaran, kerja keras, pantang menyerah dan selalu bersyukur. Hal inilah yang patut kita contoh dalam menjalankan sebuah bisnis dari nol hingga sukses.

Reporter : Usep Jamaludin


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *