Menunggak Bayar Kartu Kredit, Bank Mandiri Blokir Rekening Tabungan Nasabahnya

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bandung, SUKON – Puji (37), seorang wanita yang menjadi nasabah bank Mandiri mengeluhkan tindakan sepihak yang dilakukan oleh bank ‘pelat merah’ tersebut. Pasalnya, rekening tabungan dia diblokir karena memiliki tunggakan kartu kredit yang belum dibayar.

Merasa dirugikan, Jay memutuskan untuk mengadukan hal tersebut ke  di kantor Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) wilayah Jawa Barat (LPKNI).

Saat ditemui oleh wartawan SUKON, wanita yang akrab disapa Jay ini menyesalkan terjadinya pemblokiran tersebut. Menurutnya, akibat dari pemblokiran tersebut, keuangannya menjadi terganggu.

Menurut Jay, sebenarnya sebelumnya dia sedang mengusahakan keringanan denda keterlambatan pembayaran tunggakan ini.

“Namun keputusan belum didapat malah rekening saya langsung diblokir.” sergahnya

“Sebagai pengusaha online shop, saya melakukan transaksi dengan melalui transfer. Salah satunya, ya melalui Bank Mandiri ini. Jadi dengan adanya pemblokiran ini, jelas transaksi keuangan saya menjadi sangat terganggu.” kata Jay, Kamis (29/11/2018).

Jay jelas merasa dirugikan karena saat diberikan fasilitas kartu kredit dari bank Mandiri tidak ada pembicaraan masalah pemblokiran rekeningnya di Bank Mandiri.

“Tiba – tiba saja rekening saya diblokir, seharusnya antara hutang dengan rekening jangan dicampur adukan dong,” keluhnya.

Pimpinan LPKNI Jawa Barat, Rahmat Mulyana, angkat bicara terkait kasus nasabah Bank Mandiri ini.

Menurutnya, pihak bank tidak boleh semena mena memblokir simpanan nasabah hanya karena memiliki tunggakan kartu kredit.

“Pihak bank tidak boleh melakukan pemblokiran. Apalagi kalau nanti ada tindakan mendebet (mengambil uang) rekening nasabah tanpa persetujuan nasabah yang bersangkutan. Walau pun itu untuk membayar kartu kredit,” ujarnya saat dihubungi di Bandung, Kamis (29/11/2019).

Aturan tersebut menurutnya telah sangat jelas dalam sistem perbankan untuk melindungi konsumen. Karena itu jika nasabah merasa telah dirugikan, dapat menggugat bank yang bersangkutan ke pengadilan.

Dilanjutnya andai saja ada jutaan rekening nasabah Mandiri yang diblokir seperti  itu, artinya Bank Mandiri bekerja tidak profesional, ini jelas akan menimbulkan masalah baru terhadap nasabah maupun Bank Mandiri sendiri.

“Negara harus mengevaluasi kemitraannya dengan Mandiri kartu kredit ini, sebab dengan kemitraan ternyata membuat masalah baru pada rekening nasabah bank pemerintah ini,” tukasnya.

Rahmat Mulyana menyebutkan bahwa ada aturan yang mengatur secara spesifik terkait pemblokiran rekening.

“Bank Mandiri seharusnya tidak mencampur adukkan antara nasabahnya dengan nasabah mandiri kartu kredit. Seharusnya kasus mereka harus dipilah – pilah, kecuali direkening nasabah ini terindikasi ada aliran dana yang mencurigakan,” ujarnya lagi.

Rahmat Mulyana menambahkan bahwa bank hanya bisa melakukan blokir atas rekening tabungan seseorang apabila ada perintah dari  pengadilan atau hakim, dan permohonan dari kejaksaan atau kepolisian. Itupun menurutnya hanya rekening yang memiliki indikasi keterlibatan dalam tindak pidana saja.

“Hal ini disebutkan dalam Pasal 29 ayat (4) UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta  Pasal 71 ayat satu UU no.8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian uang.” terangnya.

Menindaklanjuti pengaduan dari Jay terkait pemblokiran rekeningnya, Rahmat Mulyana mengatakan akan segera melaporkan hal tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan.

“Kami akan adukan hal ini ke OJK. Kasus penyimpangan perbankan seperti ini jelas harus mendapatkan tindakan dari pihak yang memiliki otoritas, seperti OJK.” pungkasnya. (Erix Right).


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *