LPKNI Siap Bantu Perizinan Terapi Bekam

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Malang – Terapi kesehatan alternatif dengan metode sedot darah atau yang populer dengan nama Bekam, dewasa ini makin digemari oleh masyarakat Indonesia. Praktik terapi bekam ini bermunculan di berbagai daerah.

Dengan semakin dipercayanya metode pengobatan kesehatan cara tradisional tersebut, membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mulai mempertimbangkan untuk menerbitkan ijin praktik. Dinkes Kabupaten Malang mensyaratkan bahwa sang terapis harus bersertifikasi dan wajib menjadi anggota asosiasi atau perkumpulan terapi bekam yang diakui di Indonesia.

Dilansir dari memontum.com, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang bersama LOKNI, menggelar acara pelatihan bekam di Cakra Residence Hotel, Resto & Travel Turen Kabupaten Malang Rabu (17/7/2019) kemarin.

Prosesi Pelatihan Bekam. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

Menurut Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Hardoyo, bekam termasuk pengobatan tradisional yang layak diberikan izin praktik.

“Kami bisa membantu mengeluarkan Surat Izin Pengobat Tradisional (SIPT) dan Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (STPT) syaratnya sang terapis harus sudah terdaftar di sebuah asosiasi yang diakui di Indonesia, dengan masa izin surat ijin yang berlaku 2 tahun,” kata Hardoyo.

Menurut Handoyo, terapi bekam atau hijamah adalah pengobatan Islami yang dianjurkan oleh nabi besar Muhammad SAW

Bahkan negara begara lain pun sudah mengakui akan manfaat dari pengobatan yang mengeluarkan racun dalam tubuh melalui darah kotor tersebut.

Wiwik Eka W.S.Pd bersama dr Abdul Rahman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Malang. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

Sementara, Presiden Lembaga Perlindungan Nasional Indonesia (LPKNI) Nanang Nilson mengatakan, LPKNI bisa mengeluarkan sertifikasi bagi sebuah produk, perusahaan atau perorangan sesuai dengan The International Organization for Standardization (ISO).

Maka dari itu LPKNI ingin membantu perijinan para terapis bekam yang ingin membuka praktik sendiri tentu dengan sesuai standar terapi bekam yang berlaku. Seperti tempat praktik, kebersihan dan kesehatannya.

“Sebagai program awal maka kami mengambil Malang sebagai percontohan nasional, dengan harapan ke depan daerah lain juga bisa kami bantu untuk perijinan dan standarisasi bekamnya,”ujar Nanang.

Masih menurut Nanang, jika sumberdaya sudah terpenuhi, maka tidak menutup kemungkinan di daerah seperti Malang bisa membuat Rumah Sakit khusus Bekam.”Sebagai contoh di Malaysia sudah ada Rumah Sakit Bekam,” tambah Nanang.

Pelatihan ini dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Malang, Abdurrachman. Bertindak selaku pemateri untuk pelatihan yang diadakan oleh LPKNI ini adalah Hardoyo selaku Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Pakar Bekam Ustaz Abdillah Bin Salim, dan hadir pula Ustaz Achmad Jeffry dari Pusat Bekam dan Ruqyah Al Jeffry Mentaraman Talok Turen.

Sementara, Wiwik Eka W SPd selaku Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan, tujuan pelatihan terapi komplementer ini untuk menciptakan intipliner dalam bidang kesehatan.

“Jadi, agar masyarakat semakin mengerti dan mengenal tentang apa yang dimaksud dengan Bekam,gurah dan sebagainya, ” terang Wiwik.

Lanjut dia, jadi pengobatan masyarakat itu,tidak hanya ke dokter saja, tetapi bisa lewat alternatif dengan cara tradisional yang sudah banyak terbukti keberhasilannya.

“Untuk jumlah peserta yang hadir saat ini sekitar 150 orang. Padahal, itu dengan keterbatasan 100 orang. Karena ini keinginan masyarakat, selain gratis, mereka datang dengan sendirinya, sehingga pesertanya membludak. Tahap berikutnya, kegiatan seperti ini akan berlanjut di wilayah Malang Barat dan utara, ” pungkasnya. (Sur/oso)

Sumber : memontum.com

Editor : Erix Right


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *