Lis Dedeh : Saya ingin memotivasi kaum perempuan untuk lebih kreatif dalam bekerja untuk masyarakat

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, Sukon – Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 nanti akan menjadi masa kampanye pemilu terpanjang sejak era reformasi dimulai. Daftar Calon Tetap (DCT) telah diumumkan oleh KPU pada tanggal 23 September 2018 lalu, artinya selama tujuh bulan publik akan disuguhi menu kampanye yang sangat beragam dari para caleg yang akan bertarung memperebutkan kursi legislatif. Dalam catatan, lebih dari 200 ribu peserta pemilu di pusat maupun di daerah yang akan mencoba meraih peruntungan dari sekitar 187 juta pemilih di Indonesia.

Salah satu isu penting yang perlu dibahas dalam pemilu legislatif 2019 nanti yaitu tentang bagaimana upaya para caleg perempuan melakukan kampanye secara efektif. Bahasan tentang kampanye caleg perempuan ini menjadi sangat penting karena caleg perempuan hanya dianggap sebagai pengepul suara untuk caleg laki-laki.

Fakta yang ada menunjukkan hanya sebagian kecil caleg perempuan ditempatkan partainya pada nomor urut 1. Padahal kesetaraan gender adalah hal yang paling penting untuk mencegah diskriminasi di masyarakat. Salah satu cara untuk mencapai kesetaraan gender adalah dengan memberikan akses kepada perempuan untuk mempengaruhi kebijakan politik, seperti berpartisipasi dalam politik, menjadi kandidat legislatif.

Naiknya persentase legislatif perempuan pada pemilu legislatif tahun 2019 nanti, menunjukkan bahwa kaum perempuan sekarang aktif berpartisipasi dalam politik. Faktor penyebabnya adalah motivasi yang tinggi dari para caleg perempuan.

Lis Dedeh.S.H.,S.E.,M.M.,, salah seorang calon anggota DPR-RI dari Partai Demokrat mengatakan bahwa selalu ada perbedaan motivasi antara kandidat legislatif laki-laki dan perempuan. Menurutnya, motivasi calon anggota legislatif perempuan yang lebih didominasi oleh kebutuhan akan afiliasi yang merupakan kebutuhan untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan interpersonal dengan orang lain.

Lis Dedeh, ( dalam lingkaran ), Caleg DPR RI dari Dapil Jabar IX, dalam salah satu kegiatan sosialisasi di Dapil Jabar IX.

“Kesetaraan gender merupakan hal yang paling penting untuk mencegah diskriminasi yang terjadi di masyarakat. Terdapat beberapa cara untuk mencapai kesetaraan gender, salah satunya dengan memberikan kesempatan pada kaum wanita untuk mempengaruhi kebijakan politik seperti berpartisipasi dalam politik dengan menjadi calon legislatif.” kata Lis Dedeh kepada Sukon, Minggu (16/12)

Caleg DPR-RI nomor urut 2 dari Partai Demokrat ini  mengatakan niatnya maju di pemilihan legislatif kali ini tak lain untuk mengajak perempuan untuk lebih kreatif dan bekerja demi kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin memotivasi kaum Perempuan untuk tetap berkreasi, lebih kreatif dan bekerja lebih keras untuk kesejahteraan masyarakat,” kata caleg DPR-RI dari dapil Jawa Barat IX yang meliputi Subang Majalengka dan Sumedang ini.

Dia yakin keterwakilan perempuan dari daerah pemilihannya dapat menjadi corong pergerakan perempuan di wilayah daerah pemilihannya.

Lis Dedeh menerangkan bahwa selama ini kaum hawa hanya menjadi “ornamen” pelengkap syarat 30 persen keterwakilan perempuan.

“Kondisi di atas menunjukkan fakta bahwa perjuangan perempuan dalam lembah politik tidaklah mudah. Karena itu, caleg perempuan harus mampu melakukan kampanye secara efektif dan tepat sasaran. Ini untuk menentukan ke mana sang caleg harus kampanye dan isu apa yang akan diangkat.”lanjutnya.

Saat ditanya tentang kegiatan kampanye, Lis Dedeh menjawab bahwa dirinya berusaha melakukan kampanye dialogis dan juga edukatif yang menurutnya memiliki manfaat lebih bagi semua kalangan masyarakat.

“Saat saya turun ke lapangan, nyata sekali banyak hal yang dikeluhkan oleh masyarakat, umumnya kaum ibu yang pada prinsipnya mereka ingin perhatian lebih dari pemerintah. Sudah barang tentu hal ini akan menjadi tugas saya untuk mendengarkan keluhan masyarakat yang mana keluhan ini harus bisa saya perjuangkan saat saya terpilih nanti.” kata Lis.

Lis Dedeh mengatakan bahwa dirinya tidak ingin mengumbar banyak janji yang tidak bisa ia tepati. Namun ia akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan hak – hak masyarakat. Dan seperti diakuinya, ia memiliki beberapa program pro rakyat yang akan diterapkan pada masa kampanye ini.

“Sebagai calon legislator itu yang paling penting adalah mau mendengar, berbicara dan tentu bekerja. Visi misi kita sudah ada, tapi, apa yang nanti kita perjuangkan itu sebetulnya sambil jalan, sambil kita sosialisasi, kampanye, kan pasti tahu permasalahan yang ada di setiap daerahnya.” terangnya.

“Anggota dewan itu adalah wakil rakyat, jadi sudah semestinya saya bekerja sesuai dengan keinginan rakyat” tutupnya. ( Erix Right)


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *