Lawung Budaya Guriang Bertekad Menjaga Alam, Adat Istiadat Dan Budaya Tradisional

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang Medkom.id–Silaturahmi budaya Guriang atau Guriang yang berarti Guru Hyang guru ti kahyangan  dalam bahasa sansekerta Sangkuru Hyang atau lawung Budaya yang diselenggarakan di Padepokan Kaluhuran Kutamaya Desa Padasuka Kecamatan Sumedang Utàra Sumedang berlangsung dengan khidmat, Jum’at (67/2/2020).

Mang Baden Warga Ganjaresik Wado Sumedang, simpatisan Lawung Budaya Guriang yang menjadi inspirasi bagi kemajuan budaya dan Pariwisata Sumedang

Hadir dalam acara tersebut para sesepuh dari komunitas budayawan / sejarawan Sumedang, antara lain Ki Wangsa dari Parigi Sumedang, Ki Bagus Wiraguna (Abah Guriang) sebagai pupuhu Kaluhuran Kutamaya, Ki Kebo Kenongo warga Cibereum, Ki Obes, Ki Mamat ( Ki Wijaya Kusumah), Ki Anwas atau Ustad Anwas (Kiseta), Ki Jangkung, Ki Urip, serta Ki Wulung dari Masyarakat Adat Guriang Tunggal Dangiang Pajajaran.

Ki Bagus Wiraguna sesepuh Kaluhuran Kutamaya sirnaningyaksa Gapuraning Aji, Goeriang beri sumbangsih terhadap budaya dan kearifan lokal Sumedang

Ki Bagus Wiraguna sebagai sesepuh Kaluhuran Kutamaya Sirnaningyaksa Gapuraning Aji dan pupuhu Guriang Tunggal Dangiang Pajajaran menyatakan Guriang tersebut dimaksudkan sebagai perwujudan simbul makhluk bumi yang bertugas menjaga lingkungan  alam dan adat istiadat dan ukhuwah antar masyarakat di wewengkon Sumedang khususna ditatar Sunda pada umumnya.

Ki Wangsa menyatakan Guriang sebagai perwujudan mahluk bumi yang bertugas menjaga lingkungan diharapkan menjadi kontribusi bagi kakayaan adat Sumedang dan mempertahankan jatidiri budaya

Sementara itu Ki Wangsa sesepuh dari Masyarakat Adat Sumedang Menjelaskan Sumedang baheula atau Sumedang dahulu, Sumedang sekarang dan Sumedang yang akan datang dan pilosofis sebagai hambalan alam, keilmuan, diwujudkan oleh guriang tujuannya menjaga alam ukhuwah manusia dan adat istiadat.


Ditempat yang sama salah seorang simpatisan Guriang, Mang Baden dari Desa Ganjaresik Kampung Sukasari Kecamatan Wado mengatakan.

Goeriang Tunggal Dangiang Padjadjaran dalam acara memantau lingkungan bekas penggalian diharapkan pemerintah serius mereklamasi bekas galian pasir di kawasan Gunung Tampomas


“Saya berharap bahwa lawung budaya Guriang ini menjadi ajang silaturahim dalam rangka mempererat tali silaturahmi bagi warga masyarakat kabupaten Sumedang khususnya dan pada umumnya bagi warga yang ada di negara Keaatuan Republik Indonesia.”ujarnya.

“Acara silaturahmi ini terutama dalam rangka meminta doa kepada para pinisepuh yang ada di padepokan Kaluhuran Kutamaya, “ujarnya seraya menyebutkan bahwa acara tersebut diisi silaturahmi dan biantara dalam bentuk rajah dalam yakni merupakan permohonan doa, dangding Sumedang Tandang.


Iapun memaparkan NKRi berangkat dari Kerajaan tatar sunda.

“Oleh karena itu pemerintah atau warga masyarakat agar tidak melupakan leluhur dan menghormati budaya leluhur, dan dibantu baik secara moral, materi selagi tidak melanggar peraturan yang ada baik undang-undang negara agama dan hukum adat ” ujarnya.(tim)


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *