KPU Tegaskan Tes Baca Alquran Bukan Syarat Pencalonan Capres-Cawapres

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Guna mengakhiri polemik keIslaman dua pasangan capres, Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak‎, mengusulkan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto tes membaca Alquran. Menanggapi hal itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI (KPU), Ilham Saputra mengatakan, merujuk aturannya, tes baca Alquran tidak masuk dalam syarat pencalonan capres.

“Peraturan perundangan tidak mengatur soal itu, dan ‎tidak menjadi syarat pencalonan,” ujar Ilham saat dihubungi, Selasa (1/1).

‎Sehingga menurut Ilham apabila dua pasangan calon kepala negara itu mau hadir, maka KPU tidak bisa melarangnya. Pasalnya KPU dalam regulasinya tidak mengatur mengenai syarat tes membaca Alquran.

“Jika calon mau hadir silakan saja. Tapi sekali lagi tidak mempengaruhi syarat pencalonan,” katanya.

Sebelumnya, Dewan Ikatan Dai Aceh mengusulkan adanya tes baca Alquran bagi kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Tantangan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak di Banda Aceh, Sabtu, 29 Desember 2018.

“Untuk mengakhiri polemik keIslaman capres dan cawapres, kami mengusulkan tes baca Alquran kepada kedua pasangan calon,” kata Tgk Marsyuddin.

Pihaknya berencana mengundang kedua pasangan calon untuk mengikuti uji kemampuan membaca Alquran. Tes membaca Alquran akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada 15 Januari 2019.

Tgk Marsyuddin menyebut bahwa ormas lainnya di sejumlah daerah di Indonesia juga sudah lebih dulu mengusulkan uji membaca Alquran bagi capres dan cawapres. Pemilu Presiden dan Wapres pada 17 April 2019 diikuti dua pasangan calon, yakni Joko Widodo – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.‎

(gwn/JPC)


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *