KPK Tetapkan Sekda Jabar Sebagai Tersangka Suap Meikarta

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Iwa diduga menerima Rp 900 juta terkait dengan pengurusan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di kantor KPK, Senin (29/7/2019) menyampaikan, IWK atau Iwa Karniwa diduga melanggara Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Perda RDTR Kabupaten Bekasi itu diperlukan untuk kepentingan perizinan proyek Meikarta. Iwa diduga menerima Rp 900 juta dari Neneng Rahmi Nurlaili yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi. Uang yang diberikan Neneng Rahmi ke Iwa itu disebut KPK berasal dari PT Lippo Cikarang.

Saut menyampaikan, Neneng melalui perantara menyerahkan uang pada tersangka IWK (Iwa Karniwa) dengan total Rp 900 juta terkait dengan pengurusan RDTR di Provinsi Jawa Barat. 

Dalam kasus Meikarta, KPK sudah menjerat 9 orang tersangka termasuk Neneng Hassanah Yasin yang saat itu menjabat sebagai Bupati Bekasi. Sembilan orang itu telah diadili.

Nama Iwa muncul seiring berjalannya perkara ini. Ia bahkan sudah pernah diperiksa, baik dalam penyidikan maupun dalam persidangan.

Dalam kasus ini, Iwa disebut turut menerima uang Rp 1 miliar. Hal tersebut juga termuat dalam tuntutan jaksa atas Neneng Hasanah Yasin selaku Bupati Bekasi. Vonis hakim pun menegaskan hal tersebut.

Uang untuk Iwa Karniwa itu disebut terkait pengurusan Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) RDTR Wilayah Pengembangan proyek pembangunan Meikarta. Uang itu juga diduga akan dipakai untuk keperluan pencalonan Iwa maju sebagai bakal calon Gubernur Jabar pada Pilkada 2018 lalu.

Sejumlah saksi pun sudah menyebut soal uang tersebut. Salah satunya Henry Lincoln yang saat itu menjabat Sekretaris Dinas PUPR.

Henry mengaku pernah ikut dalam pertemuan di rest area KM 72 Tol Purbaleunyi. Pertemuan itu dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Soleman; anggota DPRD Jabar, Waras Wasisto; Neneng Rahmi Nurlaeli selaku Kepala Bidang pada Dinas PUPR; serta Iwa. Henry menyatakan permintaan uang disampaikan oleh Waras usai pertemuan.

Iwa sudah membantah semua keterangan yang menuding dirinya. Ia berkata bahwa pertemuan di KM 72 Tol Purbaleunyi sekadar untuk konsultasi menyoal Raperda RDTR Bekasi dengan Waras, bukan terkait percepatan Raperda RDTR dengan comitment fee.

Meski membantah menerima uang, Iwa tak menampik pernah mendapat bantuan banner dari Waras.

kumparan kemudian mencoba mengonfirmasi kabar adanya penetapan tersangka baru itu ke Iwa. kumparan menemui Iwa yang hadir dalam acara Rakornas Pengendalian Inflasi 2019 di Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (25/7).

Namun, ia menolak berkomentar lebih lanjut. “Jubir KPK sudah memberikan penjelasan. Ke jubir KPK saja,” ucapnya singkat seraya menuju mobil yang telah menunggunya.

Sumber asli : http://www.prfmnews.com/berita.php?detail=breaking-news-iwa-karniwa-ditetapkan-sebagai-tersangka-suap-meikarta


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *