Kisah Mengerikan Mantan Pengguna Jasa Pinjaman Online

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MEDAN –Masyarakat korban jasa pinjaman online (pinjol) merasa khawatir karena cara-cara penagihan yang dilayangkan perusahaan secara tidak patut.

Biasanya, perusahaan pinjol mengirim orang suruhan, seperti debt collector.

Tugasnya, menagih ke debitur ketika masa pembayaran sudah jatuh tempo.

Mereka menagih dengan berbagai cara, seperti mengancam, memfitnah dan yang terparah, data pribadi akan disebarluaskan di media sosial.

Pria berinisial R mengungkapkan pengalaman pahitnya ketika berhubungan dengan debt collector.

Kala itu, ia diteror dengan dengan cara mempermalukan, seperti menyebarluaskan data pribadi.

“Data-data Bapak akan disebarluaskan serta kami pastikan tidak bisa lagi meminjam di aplikasi lain. Pokonya saya enggak mau tahu. Bapak harus bayar segera kalau tidak mau data-data Anda kami sebarkan di medsos bahwa Bapak punya utang dan enggak mau bayar,” ucapnya menirukan percakapan dengan debt collector.

Lebih lanjut, R mengaku sangat tertekan ketika sang debt collector menagih pengembalian uang secara intens.

Ia juga pernah berusaha menghindar, namun tetap saja panggilan teleponnya terus berdering.

“Cuma, mereka ngeri kali ngebelnya dan WA terus. Begitu saya blok nomornya, muncul lagi pesan dari nomor WA yang baru. Pak, kenapa diblok bawahan saya? Kooperatiflah, Pak! Saya diteror dan ditelepon terus,” ujarnya.

“Jujur, saya bukan enggak mau bayar. Lagi enggak punya uang. Kalau ada uang, pasti dibayar. Saya enggak ada niat kabur. Kemudian, saya disarakan mencicil biar menunjukkan kooperatif. Saya akhirnya cicil semampu saja,” sambungnya.

Kepala Divisi Advokasi Bidang Perkotaan dan Masyarakat Urban Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Jeanny Silvia Sirait mengatakan, terkait tindak pidana atas kekerasan proses penagihan yang dialami masyarakat sangat beragam.

Ia tidak memungkiri, masyarakat mendapat ancaman, seperti akan menyebarkan data pribadi, didatangi ke rumah, dibunuh, walaupun masyarakat sudah mengatakan berusaha mencicil.

Tidak hanya sebatas itu, Jeanny juga menyebut, peruasahaan penyedia pinjol juga dikategorikan masuk dalam tindak pidana penipuan.L

Klik disini untuk halaman asli


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *