Kerinduan Anak-Anak Korban Gempa Palu untuk Sekolah

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Palu – Setelah mengungsi selama 12 hari anak-anak korban gempa dan likuefaksi di Desa Jono Oge, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) ingin kembali ke sekolah.

“Iya, ingin sekolah lagi, terlalu lama kita tidak belajar, bagaimana nanti kita, sudah mau ujian,” kata siswa kelas 6 SD Jois Priscila (10) di Sigi, Sulteng, Selasa (9/10/2018).

Jois dan rekan-rekannya ditemui sedang bermain di pengungsian Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Boremaru, Kabupaten Sigi, Sulteng.

Menurut Jois, dia dan teman-teman lainnya di kelas 6 harus mengikuti ujian pada Desember 2018 hingga Januari 2019.

Jois pun resah. Dirinya khawatir jika tidak mulai belajar lagi akan kesulitan saat menjawab soal-soal ujian.

“Nanti kalau tidak lulus bagaimana?,” kata Jois.

Senada dengan Jois, Owen Michael (11), siswa kelas 5 SD BK Jono Oge, juga mengaku ingin kembali lagi ke sekolah. Meski begitu, dia mengaku masih takut dengan gempa-gempa susulan yang sering terjadi.

Persoalan lainnya, SD BK Jono Oge tempat Jois dan Owen sekolah yang memiliki total enam ruang kelas separuhnya roboh karena gempa. Sementara itu, setengah bagian gedung lainnya mengalami retak-retak dan kacanya pecah.

Yang juga tidak bisa bersekolah karena bangunannya roboh adalah Diego Maradono (6) siswa Kelas 1 SD Inpres Jono Oge.

“Saya belum lihat sekolah, tetapi kata kakak hancur. Roboh sebagian, retak juga,” ujarnya dilansir Antara.

Namun, menurut Diego, yang mendapat informasi dari salah seorang guru olah raganya bernama Iwan, setidaknya satu bulan lagi sekolah akan kembali aktif.

Lokasi Desa Jono Oge di Kabupaten Sigi merupakan salah satu wilayah yang terparah mengalami kerusakan akibat fenomena likuefaksi.

Berdasarkan perhitungan dari penginderaan jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), wilayah Jono Oge yang mengalami likuefaksi mencapai 202 hektare (Ha).

sumber : liputan6.com


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *