Kelompok Pengajian Mahabbatul Aulia Sukses Menggelar Acara Maulid Nabi Muhammad SAW

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, Sukon – Kelompok pengajian Mahabbatul Aulia yang berpusat di Kabupaten Sumedang, berhasil menggelar acara akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad pada hari Rabu 12 Desember 2018. Acara tersebut digelar di aula Pasar Sandang Sumedang dengan dihadiri oleh ribuan jama’ah dari seluruh daerah di Kabupaten Sumedang.

Selain jama’ah pengajian yang memadati aula pasar sandang turut hadir pula para Kyai, para Asatid dan Habaib, tampak hadir pula Usep Jamaludin, S.Ag yang juga Calon Legislatif nomor urut 5 dari Daerah Pemilihan Sumedang Kota (Sumedang Utara, Selatan dan Ganeas)  dan Caleg Demokrat nomor urut 7 Dari Dapil IV (Situraja, Cisitu, Darmaraja, Wado, Cibugel), Raden Erik Munggarawan.

Ustadz Fuad Ginan Burhanudin ketua majelis Mahabbatul Aulia (foto: youtube.com)

Ketua penyelenggara acara Ustadz Fuad Ginan Burhanudin yang juga ketua kelompok pengajian atau majelis Mahabbatul Aulia, mengatakan sebenarnya ini adalah pengajian rutin yang diadakan setiap hari Rabu oleh kelompok pengajiannya yang diikuti oleh para pedagang yang berada di Pasar  Sandang Sumedang.

“Dan kebetulan acara pengajian pekan ini, bertepatan dengan acara akbar Maulid untuk menyambut hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW yang mana turut serta sebagai penceramah adalah Abuya K.H Muhyiddin Abdul Qodir Al Manafi,” kata Ustadz Fuadz.

Menurutnya, kegiatan pengajian ini mutlak diberlakukan dengan terus melakukan dan mengikuti pengajian rutin dengan tujuan untuk penguatan rohani dan mempererat silaturahmi diantara para jama’ah.

Bahkan pihaknya melihat dari hari ke hari masyarakat makin terlihat antusias mengikuti tausiah yang digelar tiap hari Rabu tersebut.

“Mereka bukan saja dari Sumedang saja, bahkan dari luar Sumedang pun banyak yang hadir, karena anggota kelompok pengajian Mahabbatul Aulia ini sudah tesebar di beberapa kota di Jawa Barat. Salah satu kegiatan pengajian ini memang khusus untuk mengikuti sejarah para Wali di tanah air.” terangnya.

Menurut Fuad, dirinya hanya sekedar meniru tatacara para Wali dan ulama terdahulu dalam memberikan pemahaman agama Islam kepada para jama’ahnya. Selain itu menurut Ustadz Fuad, kelompok pengajian yang dibinanya tersebut sekarang tengahmembentuk lembaga keuangan atau baitul maal yang mana sumber dananya berasal dari sumbangan atau infaq para jama’ah pengajian tersebut.

“Jadi nantinya dananya bersumber dari infaq para jama’ah yang hadir dalam setiap pengajian. Dari dana umat tersebut, kami akan gunakan untuk membangun berbagai fasilitas umum dan sosial di beberapa tempat ibadah, dan juga mengadakan kegiatan sosial untuk para kaum dhuafa dan orang tua jompo.” tutupnya. (UJ/Right)


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *