Keberadaan Gelper di Kampung Aceh Batam Tidak Berizin

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Suarakonsumen.id- Sampai saat ini ke 3 lokasi hiburan menjanjikan hadiah berlipat atau Gelanggang Permainan Elektronik ( Gelper ) yang berlokasi di kampung Aceh muka kuning, walau tidak memilki perizinan dari pemerintahan Kota Batam, usaha itu tetap berjalan.

Keberadaan 3 Gelper itu telah 2 tahun berjalan, jumlah mesin-mesin dari ke 3 lokasi itu mencapai ratusan unit, bila seandainya telah memiliki perijinan dari pemerintahan Kota Batam, untuk pajak pendapatan yang masuk ke Kota Batam perbulannya mencapai puluhan juta.

Salah satu arena Gelper ilegal di Kampung Aceh kota Batam.

“Walau tanpa ada perizinan dari pemerintah Kota Batam ke 3 usaha Gelper itu sampai saat ini tetap berjalan, padahal bila ke 3 lokasi itu dikenakan pajak untuk pendapatan daerah per bulannya sudah berapa besar, tapi kenapa usaha itu dibiarkan tetap berjalan ada apa ini, mustahil pihak terkait tidak mengetahuinya” ujar Hanafi

Dikatakan Ketua Lembaga Masyarakat Madani Batam itu, begitu juga bila akan memasuki daerah tersebut tidak semudah yang di harapkan, bila masuk dikenakan parkir.

“Kalau mau ke lokasi dimana ke 3 gelper itu berada, disetiap Gang masuk oleh pihak pengelola lokasi telah menempatkan bagian perparkiran, jadi kalau setiap orang masuk dikenakan parkir sebesar Rp.2000,- itu untuk kendaraan roda dua, Sementara bila dihitung-hitung, pendapatan dari parkir itu satu hari diduga mencapai jutaan” tandasnya mempertanyakan berapa besar setoran dana parkir ke Dinas perhubungan.

Adanya dikenakan perparkiran kepada orang-orang yang akan masuk ke lokasi usaha gelper itu, dan berapa besar setoran parkir pihak pengelola ke Dinas terkait, sampai berita ini diturunkan, pihak terkait masalah perparkiran di Dinas Perhubungan Kota Batam tidak pernah dapat di jumpai, saat media ini akan menemui pejabat berwenang, berbagai alasan disampaikan bagian pengawas.

“Bapak sedang rapat di luar, Bapak lagi dinas luar ” begitulah selalu informasi yang disampaikan pihak pengawas di Dinas tersebut pada media ini.

Tidak adanya ijin yang dimiliki oleh ke 3 usaha gelper di Kampung Aceh, Muka Kuning itu, membuat kalangan pegawai di Dinas Pariwisata penuh tanya, dan mengharapkan kepada Dinas yang mengeluarkan ijin untuk mengecek usaha tersebut.

“Kita minta kepada Dinas BPM yang mengeluarkan masalah perizinan untuk segera melihat dan memeriksa ke 3 usaha itu, jangan cuma mengeluarkan izin-izin saja, tapi tidak pernah turun kelapangan untuk melihat kegiatan dari usaha yang lainnya” tegas salah seorang pegawai Dinas Pariwisata dengan meminta jangan dituliskan namanya oleh media ini. ( Mus ).


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *