Keberadaan Arena Gelper Di Batam Semakin Memprihatinkan

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Batam, Suara Konsumen – Maraknya kembali buka usaha hiburan yang menjanjikan hadiah berlipat atau Gelper di Kota Batam, telah menimbulkan berbagai tanda tanya di kalangan masyarakat, dimana sebelumnya Gelper pernah buka, tapi oleh pihak berwenang yang bekerja sama dengan masyarakat menutup dan tidak memperbolehkan usaha Gelper untuk buka di Kota Batam.

Menurut seorang tokoh masyarakat bernama Nasri, Gelper atau Hiburan yang menjanjikan hadiah berlipat itu berunsur ” judi. Hal itu menurut Nasri pernah disampaikan kepada mantan Kapolda Kepri, dimana Gelper adalah judi dan judi di Kepri khususnya di Kota Batam keberadaannya sangat di larang dan harus di berantas, makanya seluruh lokasi Gelper waktu itu ditutup habis.

Dikatakan tokoh masyarakat Sei Panas itu, bila mantan Kapolda Kepri telah mengatakan Gelperr atau Hiburan menjanjikan hadiah berlipat “judi” itu berarti apapun bentuk perrmainannya hiburan yang berunsur judi tidak di perbolehkan buka atau beroperasi di Kepri apalagi di Kota Batam, tapi kenapa saat ini Gelper kembali buka, malah keberadaan usaha tersebut mencapai puluhan, disetiap sudut Kota Batam ada.

Salah satu arena permainan Gelper di kota Batam. Foto : harianriau.co

Sementara itu menurut pandangan Ismail, salah seorang Ketua Lembaga masyarakat Kota Batam, Maraknya kembali buka usaha Gelper atau Hiburan yang menjanjikan hadiah berlipat buka di Kota yang betmotokan.

“Batam Bandar Dunia Madani” ini jelas-jelas telah bertentangan dengan motto Kota Batam itu sendiri, namun mengingat para pemilik usaha Gelper atau Hiburan yang menjanjikan hadiah berlipat itu orang’orang berduit, dengan duitnya semua dapat mereka atur, dengan duitnya tadi terciptalah kembali apa yang mereka harapkan yaitu membuka kembali usaha yang selama ini ditutup, dan malahan usaha itu kini bebas beroperasinya.

“Sebagai masyarakat Batam Saya sangat prihatin apabila gelper atau hiburan menjanjikan hadiah betlipat itu kembali buka, dan malahan keberadaannya semakin bebas, sebab ini akan berdampak kepada generasi muda Kota Batam” kata Ismail.

“Untuk itu diharapkan terutama kepada wakil’wakil rakyat di DPRD Kota Batam agar memperhatikan hiburan yang menggunakan mesin-mesin elektronika itu saat beroperasi” lanjut Ismail.

Ditambahkan Koordinator Umum Aliansi, LSM Kota Batam itu, buka dan tutupnya usaha tersebut saat ini sepertinya kurang perhatian dan pengawasan dari Pemerintahan Kota Batam, sebab Dari hasil investigasi mereka usaha itu malahan buka sampai 24 jam, itu jelas-jelas telah melanggar peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi, Kreatif RI No 30 tahun 2014, tentang standar usaha permainan,serta keputusan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Produktipitas Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No Kep 179/lattas/x/2012 tanggal 17 oktober 2012 tentang Registrasi standar khusus arena permainan Mekanik/elektronika.

Yang lebih parah lagi lanjut Bapak yang kesehariannya di panggil Pak Is itu, bukanya kembali Gelper atau hiburan yang menjanjikan hadiah berlipat diKota Batam yang sebelumnya pernah ditutup habis oleh mantan Kapolda Kepri, karena usaha itu telah melanggar Peraturan Daerah No 3 thn 2003,, dan perubahan peraturan daerah No 17 thn 2001 tentang Pariwisata Kota Batam ” tegasnya mengharapkan kepada Kapolda Kepri untuk menutup seluruhnya usaha tersebut (Mus)


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *