Kapolres Sumedang Menganugerahkan Penghargaan Kepada Tim Gabungan Evakuasi Tanah Longsor Cimanggung

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, memberikan penghargaan kepada Tim Evakuasi Gabungan atas keberhasilan mereka dalam proses evakuasi para korban tanah longsor Cimanggung, Jum’at (22/01/2021).

Setelah kurang lebih 10 hari bekerja, pencarian korban longsor Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang secara resmi telah dihentikan sejak hari Senin (18/1/21) lalu.

Penghentian pencarian korban dilakukan karena diperkirakan seluruh korban yang tertimbun longsor sudah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, Basarnas, relawan serta elemen masyarakat lainnya.

Atas kinerja yang baik ini, Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto pun berkenan menganugerahkan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim evakuasi gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi para korban tanah longsor di Cimanggung, Sumedang.

Dan pada hari Jum’at (22/01), Kapolres Sumedang menyerahkan penghargaan kepada kepada Tim Evakuasi yang terdiri dari Basarnas, DVI Polda Jabar, Unit Satwa Dit Smapta Polda jabar, Unit Sar Dit Smapta Polda jabar, Unit Sar Brimob Polda jabar, Poksek Cimanggung, Basarnas Bandung, dan juga beberapa orang warga masyarakat.

Para peliput berita dari televisi dan media online yang ikut berperan dalam mempublikasikan perkembangan evakuasi bencana tanah longsor ini pun turut mendapatkan penghargaan dari Kapolres Sumedang.

Selain memberikan penghargaan berupa plakat dan cindera mata, Kapolres juga menyerahkan santunan kepada para korban longsor.

Dalam sambutannya, AKBP Eko Prasetyo menyampaikan bahwa keberhasilan dalam penanganan bencana tanah longsor di Cimanggung ini berkat sinergitas dan kerjasama yang baik antar semua unsur di lapangan.

Berdasarkan rekap data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada hari Senin (18/01), total korban meninggal yang berhasil ditemukan mencapai 40 jiwa.
Data tersebut sudah sesuai dengan laporan dari para warga yang kehilangan keluarga dan kerabatnya akibat kejadian longsor tersebut.
Pusdalops juga mencatat ada sebanyak 1.119 warga yang mengungsi di Lapangan Taman Burung dan tempat pengungsian mandiri.

Editor : Raden Erik


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *