Kapolres Sumedang Memberikan Bantuan sembako Kepada Para Pengungsi di Tanjungmedar

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, medkom.id – Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbiyanto hari Senin siang (29/3)  meninjau lokasi bencana pergerakan tanah di Dusun Babakan Kopo Desa Tanjungwangi Kecamatan Tanjungmedar Kabupaten Sumedang.

Menurut Kapolres, kejadian tanah bergerak ini sebenarnya sudah terjadi sejak pekan lalu. Namun beberapa hari belakangan ini menunjukan gejala signifikan yang ditandai dengan retaknya tembok rumah beberapa rumah warga dan timbulnya retakan tanah yang cukup panjang di beberapa titik.

Kondisi ini dirasa sangat mengkhawatirkan, sehingga warga di dusun tersebut terpaksa harus diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Setelah meninjau lokasi bencana, Kapolres mengunjungi warga yang mengungsi di GOR Desa Tanjungwangi. Tak kurang dari 16 KK menempati gedung tersebut.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbiyanto memberikan semangat kepada para penduduk yang mengungsi di GOR Desa Tanjungwangi Kabupaten Sumedang, Senin (29/3).

Dalam kunjungannya tersebut, Kapolres yang dikenal dermawan ini memberikan dukungan moril kepada para pengungsi seraya menyerahkan bantuan dalam berbagai bentuk seperti sembako, selimut dan uang tunai.

“Kami memberikan sumbangan berupa 100 buah selimut, 100 paket sembako, dan uang tunai.” kata Eko.

“Semoga sumbangan ini bisa bermanfaat dan dapat meringankan beban para korban.” ujarnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, sejak hari Sabtu (27/3), warga Dusun Babakan Kopo RT05 RW01, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, terpaksa harus diungsikan karena wilayah tersebut mengalami pergerakan tanah yang cukup besar. Pergerakan tanah itu dikhawatirkan dapat menyebabkan longsor, sehingga penduduk dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Sebagian besar penduduk berjumlah 15 KK mengungsi ke GOR Desa Tanjungwangi. 6 KK lainnya menumpang di rumah rumah kerabat mereka. Sementara 2 KK memilih mengungsi ke luar daerah.

Munculnya pergeseran tanah tersebut diduga diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga menimbulkan beberapa retakan pada tanah dan rumah penduduk.

Wilayah Desa Tanjungwangi, Kecamatan Tanjungmedar Kabupaten Sumedang sebenarnya termasuk dalam kontur tanah yang stabil. Namun dengan hujan deras yang mengguyur hampir setiap hari, bisa rentan terjadi bencana yang tidak diharapkan.

Editor : Raden Erik


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *