Inilah Jarak Aman Mobil Saat Di Jalan Tol

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jumlah mobil yang begitu banyak di jalan tol pastinya membuat pengemudi harus selalu menjaga jarak aman saat mengemudi.

Jarak aman ini dibutuhkan untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.

Dengan jarak aman pastinya pengemudi bisa lebih mengendalikan mobil dengan baik untuk menghindari kecelakaan.

“Banyak faktor yang membuat jarak kendaraan antar kendaraan di jalan tol berbeda, seperti koefisien gesek (dalam hal ini ban dan permukaan jalan, beda kualitas ban dan jenis atau kualitas permukaan jalan juga koefisien geseknya berbeda), berat kendaraan (termasuk muatannya), jenis kendaraan (LV & HV), dsb,” ucap Adrianto Sugiarto Abadi selaku Instruktur IDDC.

Bila di standar internasional, idealnya dibuat rata-rata tiga detik untuk kendaraan ringan.

Jaga jarak aman dengan mobil di depan

Ukuran waktu ini ditentukan dengan perhitungan kendaraan di depan.

“Hitung di dalam hati sampai tiga detik dengan memperhitungkan jarak mobil di depan. Bila jarak sudah sesuai perhitungan kita maka itu jarak aman dengan mobil di depan,” tambah Adrianto.

Dengan demikian, jarak dengan mobil yang berada di depan akan selalu ideal.

Menurutnya juga, kendaraan ringan dengan berat seperti truk berbeda ukuran jarak amannya.

Seperti yang disebutkan di atas, berat kendaraan menjadi faktor utamanya kendaraan berat memiliki ukuran jarak aman yang lebih jauh.

Konsentrasi dalam mengemudi

“Untuk kendaraan berat semacam truk, ukuran jarak aman idealnya sekitar 4-6 detik. Kendaraan berat akan sulit bila melakukan rem mendadak pada jarak yang terlalu dekat,” pungkasnya.

Pengendalian kecepatan mobil juga penting di jalan tol.

Kecepatan mobil yang terlalu lambat dari yang sudah ditentukan, akan membuat kendaraan di belakangnya pun akan melambat.

Sebaliknya, bila kendaraan di depan terlalu cepat dan pengemudi di belakangnya terlalu dekat dengan mobil di depan, bila terjadi sesuatu kecelakaan tidak akan mungkin terhindari.

Selain memperhatikan mobil di depan, perhatikan juga mobil yang menyalip dan memotong jalur.

“Pastikan pengemudi sigap untuk situasi tersebut, bila ada mobil yang memotong jalur jangan sesekali melakukan pengereman mendadak, bisa bahaya sob,” bebernya.

Oh iya, saat kondisi jalan licin karena diguyur hujan, jarak aman ideal diperlebar dua kali lipat.

Rianto Prasetyo

Klik disini untuk halaman asli


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *