Mei 8, 2021

Share and Protect

Inilah Ancaman Sanksi Bagi Warga Yang Nekat Mudik

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumedang, medkom.id – Pemerintah telah menyiapkan sejumlah sanksi bagi warga yang nekat pulang kampung atau mudik selama masa larangan mudik mulai 6-17 Mei mendatang.

Larangan mudik selama perayaan hari raya Idul Fitri atau Lebaran diatur dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Dikutip dari CNN Indonesia Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Rudy Antariksawan mengatakan, sanksi-sanksi bagi warga yang nekat melakukan perjalanan mudik mulai dari tilang, penyitaan, sampai ancaman pidana.

“Kalau itu ada pelanggaran-pelanggaran, yang lain akan ditindak sesuai UU yang ada aturan yang berlaku,” ujar Rudy kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/4).

Meski demikian, tak ada sanksi khusus bagi warga yang diketahui tengah melakukan perjalanan mudik. Dia juga membantah bakal menerapkan sanksi denda maksimal hingga Rp100 juta sesuai pasal 93 UU Karantina Kesehatan.

Adapun sanksi yang bisa diterapkan, kata Rudy, misalnya pengendara mobil yang kedapatan membawa penumpang dalam jumlah banyak selama masa larangan mudik. Kepada mereka, Rudy menyebut pihaknya akan menyita mobil tersebut dan mengembalikan warga ke tempat asal pergi.

Selain itu, sanksi juga bisa diberikan kepada warga yang ketahuan mudik namun tak membawa sejumlah syarat seperti surat kesehatan atau bebas Covid-19 yang telah diatur dalam edaran Satgas Penanganan Covid-19.

Penumpangnya akan diturunkan, diantar polisi kembali ke daerahnya pakai bus yang dari Dinas Perhubungan.

Sangkaan pemalsuan surat bagi warga yang nekad menggunakan surat palsu untuk mengelabui petugas. SE diketahui mengecualikan larangan mudik bagi warga dalam beberapa kondisi, misalnya menjenguk orang tua sakit, hingga takziah.

Tindakan pemalsuan surat bebas Covid-19 bisa dijerat Pasal 267 ayat 1 KUHP dan Pasal 268 ayat 1 dan 2 KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal hingga empat tahun.

Editor : Raden Erik


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •