Ini strategi pengusaha teknologi siasati pelemahan Rupiah

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS), Soegiharto Santoso, menyebut bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) yang mencapai di atas level Rp 15.000 menjadi suatu kekhawatiran bagi pelaku usaha. Sebab, sebagian bahan baku yang dipakai pada produk Teknologi Informasi (TI) masih didatangkan lewat impor.

“Memang sekarang naik (dolar) loncatnya di Rp 15.000 lebih. Jadi memang biasanya sampai hari ini teman teman gelisah yak,” kata Soegiharto saat ditemui di Jakarta, Selasa (9/10).

Soegiharto menyebut, meski secara dampak telah banyak dikeluhkan oleh pelaku industri, namun mereka tidak serta merta ikut menaikan harga jual pada produknya. Sebab, menurutnya, para pelaku industri masih menahan diri agar permintaan pasar tidak surut. “Tapi kalau naik terus (Dolar) mau tidak mau (harga produk) naik,” katanya.

Soegiharto menambahkan, untuk menyiasati penguatan mata uang negeri Paman Sam tersebut, pengusaha sebaiknya tidak bergantung pada Dolar. Transaksi pembelian bisa disiasati dengan mengonversikan mata uang asal negara importir tersebut.

“Tapi tadi kan kita mencermatinya belanjanya dengan mata uang negaranya, misalkan ke China gunakan mata uang China dan ke Taiwan begitu juga. Itu akan kita coba jalanin,” pungkasnya.

Diketahui, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak fluktuatif di perdagangan hari ini, Selasa (9/10). Rupiah dibuka di level Rp 15.223 atau melemah tipis dibanding penutupan minggu lalu di level Rp 15.217 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah terus menunjukkan pelemahannya usai pembukaan hingga ke level 15.240 per USD. Namun kembali menguat dan saat ini berada di level Rp 15.228 per USD.

[bim]

Sumber : Merdeka.com


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *