Hati hati, Rekening Bank Anda Bisa Dibobol Hanya Dari Nomor HP

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jakarta – Masyarakat jaman now harus lebih waspada terhadap berbagai tindak kejahatan sekarang ini. Setiap tahunnya angka kejahatan terus meningkat, baik dengan modus pencurian, perampokan, dan perampasan.

Namun yang paling harus menjadi perhatian adalah tindak pidana kejahatan dengan menggunakan sarana teknologi. Berbagai modus penipuan dan pencurian secara yang memanfaatkan kemajuan teknologi belakangan ini semakin mengkhawatirkan.

Seperti dilansir dari CNBC Indonesia sekarang kita harus lebih berhati-hati dalam melindungi nomor ponsel. Karena dapat menjadi pintu masuk untuk pencuri membobol akun mobile banking Anda.

Kasus pembobolan rekening bank via nomor ponsel, yang terjadi beberapa waktu ini misalnya. Nomor SIM card yang diambil alih diduga dipakai untuk mengakses dan menguras saldo dalam mobile banking, yang kemudian oleh pelaku mentransfer ke hampir 100 rekening miliknya.

Informasi saja, dalam transaksi perbankan, terutama internet banking dan mobile banking, perbankan biasanya mengirimkan password khusus ke nomor ponsel yang dimiliki nasabah atau yang disebut OTP (One Time Password).

Nantinya OTP akan dikirim melalui sms ke nomor ponsel sebagai alat konfirmasi bahwa itu adalah pemiliknya. Nah, autentikasi dengan nomor ponsel ini digunakan sebagai jembatan awal untuk pelaku bisa masuk ke akun mobile banking milik korban.

Baca:Bahaya Beri Nomor HP ke Orang Lain, Rekening Bank Dibobol!

Pengamat IT, Rudi Adianto mengatkaan sistem keamanan pada mobile banking saat ini belum termasuk aman. Menurutnya, autentikasi melalui nomor ponsel yang digunakan mobile banking harus ditambah dengan mekanisme perlindungan yang lainnya.

Rudi berujar kalau dilihat dari kebanyakan kasus pembobolan mobile banking di Indonesia itu berawal dari nomor ponsel yang diambil alih. “Apakah mobile banking aman? Dengan macam-macam kasus yang terjadi saat ini saya berani bilang tidak,” tegas Rudi kepada CNBC Indonesia, (20/1/2020).

Maka dari itu, Rudi menyarankan agar pihak perbankan menambah sistem keamanan mobile banking seperti menggunakan teknologi identifikasi device id.

Selain itu, ia menuturkan pihak perbankan bisa membuat kebijakan jika transaksi dilakukan melalui device id baru, maka akan diberlakukan waktu untuk tidak bisa transaksi selama 3 hari.

“Bahkan untuk bank, saya kira bisa diberikan opsi untuk lock device id. Misalkan kalau saya ganti hp saya harus daftar ulang dengan datang ke bank,” tutur Rudi.

(sef/sef)


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *