Gerindra : Ingat Jokowi, Kekuasaan Akan Berganti

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Partai Gerindra menilai kasus foto bersama Suhartono Kepala Desa Sampangagung, Kurorejo, Mojokerto, bersama Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uni yang dituntut 6 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun merupakan tindakan yang berlebihan.
“Ya itu kan berlebihan masa orang foto begitu tidak boleh,” katanya di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Lanjutnya, ia mengaku heran dengan Pesiden Joko Widodo yang notabena peserta Pilpres ikut melakukan kampanye namun dianggap wajar.

“Orang dikumpulin sama Presiden tidak apa-apa, dikumpulin sama menko-menko tidak apa-apa, giliran ada orang dengan hati nuraninya ke kades ke bupati, cuma foto di baliho begitu saja dipermasalahkan,” jelasnya.

Menurutnya, kasus hukum yang menimpa Kades Mojokerto adalah bentuk ketidakadilan. “Ya berlebihan, ini bentuk kriminalisasi. Pemerintah, aparat jangan berlebihan lah, jangan lupa pemerintahan berganti, kekuasaan juga berganti,” tukasnya.

Sebelumnya, Suhartono didakwa terlibat dalam kampanye calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno pada 21 Oktober lalu. Ia didakwa lantaran telah menyiapkan acara penyambutan Sandi, dia juga foto bareng Sandi.


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *