Efek Domino Bagasi Berbayar Mulai Terasa

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Batam – Pasca diberlakukannya tarif tinggi dari pelbagai Maskapai penerbangan dibarengi dengan sistem zero bagasi oleh Maskapai Lion Air, membuat sejumlah outlet yang ada di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau mengalami penurunan pendapatan.

Ironisnya, selama Januari ini penurunan pendapatan hingga 50% telah terjadi pada pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Bandara.

Salah satu pengelola outlet Nayadam di Bandara Hang Nadim Batam, Syarif mengaku akibat dari diberlakukannya tarif tinggi dan zero bagasi, pihaknya mengalami penurunan pendapatan hingga separuh lebih.

“Biasanya Sabtu Minggu pendapatan berkisar Rp 6 jutaan, tapi sekrang kurang dari Rp2 juta, itu pun susah sekali, karena sepi,” kata Syarif, pada Gatra.com, Kamis (24/1) di Batam.

Syarif juga mengaku, para penumpang enggan membeli oleh-oleh produk UMKM yang menjamur di bandara, pasca diberlakukannya zero bagasi oleh maskapai Lion Air.

“Lagian, pasti berat bagasi yang dibawa di tangan calon penumpang juga kurang lebih 7 Kg per orang, bagaimana mereka mau bawa oleh-oleh lagi,” jelas Syarif.

Selain itu, ia juga merincikan, karena di bagian lain dirinya tetap berusaha menyisihkan uang produksi, mulai dari biaya sewa outlet hingga biaya gaji karyawan.

“Hal ini benar-benar membuat pusing, kalau tidak ada perubahan juga, bisa saja outlet di Bandara ditutup untuk menimalisir biaya oprasionali,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Sekjen DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Kepri, Febriansyah mengatakan, pemberlakuan zero bagasi memang di luar kendali dan berdampak buruk bagi pelaku wisata dan UMKM di Bandara, sehingga efek domino mulai terasa.

“Apa yang bisa kami jual, wisatawan nusantara (Wisnus) saja tidak ada yang datang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, sampai saat ini belum ada pelaku usaha UKM yang menempati outlet di Bandara keluar dan menutup tempat usahanya.

“Kalau mengaku sulit ada, tapi sejauh ini belum ada yang keluarlah dari Bandara,” kata Suwarso.

Suwarso mengaku sampai saat ini sejumlah maskapai terus melakukan evaluasi terkait kebijakan tarif tinggi dan zero bagasi.

“Ya mudah-mudahan saja ada perubahan, sehingga bisa kembali normal seperti sedia kala,” tutupnya.

Reporter: Romus Panca

Editor: Mukhlison

Klik disini untuk halaman asli


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *