DPAC Demokrat Sumedang Nyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada Ketua DPC PD Sumedang

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sukon, Sumedang – Hilangnya dua kursi partai Demokrat di DPRD Sumedang menjadi puncak kekecewaan para pengurus DPAC Partai Demokrat (PD) kabupaten Sumedang terhadap kepemimpinan ketua DPC Partai Demokrat Sumedang, Otong Dartum.

Hal ini pula yang ditenggarai menjadi salah satu pemicu timbulnya dorongan agar segera dilakukan perombakan di dalam tubuh DPC PD Sumedang yang pada saat ini dipimpin oleh Otong Dartum.

Hal tersebut mengemuka dalam acara buka bersama yang dihadiri oleh sejumlah Ketua DPAC Partai Demokrat Kabupaten Sumedang di resto Saung Emak Nalegong Sumedang, Minggu sore 19 Mei 2019.

Dalam pertemuan tersebut, para ketua DPAC PD menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumedang, Otong Dartum. Mosi tidak percaya tersebut dituangkan dalam sebuah pernyataan yang telah ditandatangani oleh 21 orang ketua DPAC PD Sumedang.

Munculnya mosi tidak percaya tersebut menurut keterangan dari beberapa ketua DPAC PD, selain didasari oleh turunnya perolehan kursi partai Demokrat di DPRD Kabupaten Sumedang, juga karena Otong Dartum dianggap kurang cakap dalam memimpin DPC PD Sumedang karena dinilai tidak peka terhadap permasalahan yang ada di internal partai.

Kondisi tersebut cukup membuat gerah internal partai Demokrat Sumedang. Dan pada puncaknya para ketua DPAC PD Sumedang sepakat mengadakan pertemuan untuk membahas masalah ini pada hari Minggu, 19 Mei 2019 yang diprakarsai oleh pengurus DPAC PD Sumedang Utara

Ketua DPAC PD Kecamatan Rancakalong, Sobari S. Irawan, S.Sos, menyatakan keprihatinannya terkait dengan buruknya manajemen Partai Demokrat Sumedang.

“Terus terang saya sangat prihatin dengan kondisi partai Demokrat di kabupaten Sumedang ini. Saya pikir sekaranglah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan besar – besaran di tubuh DPC PD Sumedang.” kata Sobari

“Berkurangnya jumlah kursi Partai Demokrat di DPRD Sumedang sudah cukup menjadi bukti bahwa Otong Dartum telah gagal memimpin partai Demokrat di Sumedang” ujarnya lagi.

Menurut Sobari, walau di daerah lain mengalami hal yang sama, namun jika koordinasi ketua dengan tingkat bawah terjalin dengan baik, maka hasilnya pun akan berbeda.

Dikatakannya, salah satu indikasi buruknya manajemen ketua DPC PD Sumedang adalah berkait lemahnya komunikasi dan koordinasi dari tingkat DPC sampai ke tingkat ranting.

“Kita bisa melihat, dari sekitar 50 orang caleg yang maju, Partai Demokrat hanya memperoleh dua kursi saja. Itupun setelah terbantu oleh suara caleg lain dan suara partai. Artinya telah terjadi penurunan prestasi” tambahnya.

Senada dengan Sobari, Atis Sutisna Ketua DPAC Cimanggung mengeluhkan lemahnya koordinasi di internal partai. Akibatnya terjadi ketidak harmonisan di tingkat struktur partai sampai tingkat ranting.

“Ketua DPC kurang bisa mengayomi para kader. Kebijakan beliau juga banyak yang nyaris tidak tepat sasaran.” ujar Atis.

“Contohnya, ketua tidak juga mau memfasilitasi pertemuan antara dua orang caleg yang tengah ‘berseteru’ untuk memperebutkan kursi di DPRD Sumedang.” kata Atis

Dalam acara buka bersama yang diisi dengan acara konsolidasi tersebut akhirnya dihasilkan kesepakatan bersama untuk mengadakan musyawarah cabang luar biasa (muscablub).

“Hasil dari pertemuan ini disepakati untuk meminta kepada Otong Dartum mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua DPC PD Sumedang. Dan apabila yang bersangkutan tidak bersedia, kami akan segera menggelar muscablub. Permohonan ini akan segera kami tembuskan kepada ketua MPC, DPD dan DPP Partai Demokrat” kata Nandang yang juga ketua DPAC Sumedang Utara.

Nandang menerangkan bahwa, muscablub ini harus segera digelar untuk memilih calon pemimpin yang mampu memperbaiki kondisi partai Demokrat Sumedang yang saat ini sedang ‘babak belur’.

“Kesuksesan sebuah pekerjaan adalah hasil dari kerja sama tim berdasarkan program dan dukungan dari DPC. Dan dalam hal ini kami melihat bahwa ketua DPC kurang bisa memberdayakan para pengurus PAC dalam pemilu legislatif kemarin, padahal kami para pengurus PAC adalah ujung tombak dari pergerakan partai” tambah Nandang.

Nandang menambakan bahwa sebenarnya kegagalan PD dalam meraih kursi di DPRD Sumedang ini bisa diantisipasi apabila sejak awal DPC PD menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan tingkat bawah.

‘Saat ini yang paling penting adalah melakukan perombakan ditubuh DPC PD Sumedang. Dan kemudian kita akan mencari calon ketua yang dianggap mampu mengembalikan kejayaan partai Demokrat di Sumedang” pungkasnya.

Otong Dartum sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sumedang, menggantikan ketua sebelumnya yang pada saat itu sedang terjerat masalah hukum.

Kemudian pada bulan Februari 2018, secara resmi Otong Dartum dikukuhkan menjadi ketua DPC Partai Demokrat Sumedang melalui mekanisme musyawarah mufakat atau voting dalam Muscab PD yang dihelat selama 2 hari di hotel Holiday Inn Bandung, tanggal 22-23 Februari 2018 lalu.

Namun dari keterangan yang didapat oleh Sukon, selama menjabat sebagai ketua DPC PD Sumedang, banyak kader yang menyatakan kecewa dengan kepemimpinan Otong Dartum.

Sampai berita ini diterbitkan, Sukon belum berhasil mendapatkan keterangan dari pengurus struktural DPC Partai Demokrat Sumedang terkait mosi tidak percaya ini.

Reporter : Usep Jam

Editor : Erix Right


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *