Ditengah PSBB, IPDN Jatinangor Malah Gelar Halal Bihalal

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Para Praja IPDN Jatinangor asik berjoget dalam acara Halal Bihalal IPDN. Foto: HAI Online

Ditengah gencarnya usaha pemerintah dalam menanggulangi wabah virus corona, IPDN Jatinangor Sumedang malah mengabaikan PSBB.  Hal ini ditunjukan saat IPDN membuat Halal Bi Halal yang digelar dengan dalih untuk menghibur para praja.

Bahkan dalam acara tersebut, pihak IPDN sampai mengundang para penyanyi dari Jakarta yang nota bene merupakan episentrum penyebaran virus corona. Ironisnya, para penyanyi berjoget bersama peserta halal bihalal dengan hampir tanpa jarak.

Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Kerja Sama dan Hukum IPDN Baharuddin Pabba mengatakan, ada narasi yang tak sesuai terkait foto tersebut.

Namun ia membenarkan adanya kegiatan tersebut. Akan tetapi menurutnya, kegiatan ini merupakan rutinitas makan siang para praja IPDN yang bertepatan dengan momen Idul Fitri.

Dilansir dari HAI Online, Baharrudin tidak menampik jika kegiatan tersebut mendatangkan beberapa penyanyi yang berasal dari zona merah, yaitu Jakarta.“Bukan artis ya, tapi penyanyi untuk menghibur praja, tetapi didahului oleh tausiah dari ustaz untuk memberikan semangat,” tuturnya lagi dikutip dari notif Indonesia.

Menurut informasi, kegiatan halal bi halal itu telah menghabiskan dana pendidikan Rp 75 juta. Baharrudin berujar, acara itu seperti makan siang pada umumnya dan dilakukan di tempat biasanya para praja makan.

Untuk itu, ia mengatakan tak perlu dibesar-besarkan karena sejatinya hal tersebut bagian dari rutinitas makan biasa, yang kali ini dihadiri pejabat dan biduan biasa.

Dikatakannya lagi, kegiatan tersebut pun sudah atas ijin pimpinan Kemendagri. Dan diselenggarakan untuk tujuan menghibur praja yang sudah beberapa bulan self isolated.

“Para pimpinan IPDN (terbatas) hadir di ruang makan Praja untuk makan, dan memberi semangat kepada Praja yang sudah dua bulan lebih tidak bisa kemana-mana karena mereka terus berada di dalam kampus,” ujarnya.

“Praja IPDN sudah dikarantina di dalam Kampus, Praja tidak pesiar, tidak mudik izin, dan cuti,” tambahnya lagi.

Pejabat ikut hadiri halal bi halal dengan ribuan praja IPDN Jatinangor

“Kami memahami masyarakat umum tak banyak paham aturan internal kami, termasuk jurnalis. Tak perlu dihebohkan yang membuat masyarakat justru bingung, khususnya orang tua Praja,” sambung dia.

Ditambahkan Baharuddin, sebelum lembaga lain mengambil tindakan memutus mata rantai pandemi Covid19, IPDN Jatinangor sudah melaksanakan terlebih dahulu rangkaian pencegahan.

IPDN mengklaim telah melakukan rapid test terhadap seluruh praja, dan melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh area kampus. Bahkan, kata dia, IPDN telah membagikan vitamin terhadap seluruh praja, dan selurh praja wajib berjemur setiap pukul 09.00 WIB dan memberlakukan WFH bagi sebagian ASN.

“Alhamdulillah, sebanyak 3.700 lebih Praja, 1.200 lebih ASN aman dan patuh,” ungkapnya. (notif.id-kia/ras)


Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *