Dewa Gitar Eddie Van Halen Meninggal Dunia

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kabar duka menyeruak dari dunia musik . Gitaris legendaris Eddie Van Halen dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (6/10/2020) dalam usia 65 tahun.

Berita wafatnya gitaris band Van Halen itu disampaikan putranya, Wolfgang, di akun Twitter-nya, Selasa (6/10/20) waktu setempat. Pria berusia 29 tahun itu adalah pemain bass di band yang digawangi ayah dan pamannya, Alex, tersebut.

Eddie meninggal dunia setelah lama bertarung melawan kanker tenggorokan. Penyakit itu telah menggerogotinya selama 20 tahun terakhir. Dia pun harus mondar mandir antara AS dan Jerman untuk melakukan pengobatan.

Pendiri Band Van Halen

Dikutip dari Reuters, setelah beralih pada gitar, dia dan kakaknya, Alex, yang belajar drum, membentuk band yang kemudian menjelma menjadi Van Halen pada 1970an. Pada awal Van Halen terbentuk, kakak beradik itu menggaet David Lee Roth sebagai vokalis dan Michael Anthony sebagai pemain bass.

Sejak awal kemunculannya, band itu identik dengan permainan gitar solo eksplosif Eddie. Band ini pun kemudian mulai kondang di Sunset Strip, Los Angeles sebelum merilis debut album pada 1978. Album itu masuk ke urutan 19 di chart Billboard dan menjadi salah satu debut tersukses pada dekade itu.

Teknik permainan gitar Eddie telah menempatkannya bersama sederet gitaris legendaris seperti Jimi Hendrix, Eric Clapton, dan Jimmy Page (Led Zeppelin) sebagai salah satu gitaris rock terbaik. Pada 2012, polling pembaca majalah Guitar World menempatkannya sebagai gitaris terbaik sepanjang masa.

Ternyata punggawa band Van Halen ini punya hubungan dengan Indonesia.

Hubungan Eddie Van Halen dengan Indonesia bahkan diabadikan dalam Museum Multatuli di Rangkasbitung, Banten. Dalam museum ini terdapat beberapa ruangan, salah satunya adalah ruangan Rangkasbitung. Jika kita memasuki ruang Rangkasbitung, ada nama Eugenia Van Beers yang diabadikan disana. Siapakah Eugenia Van Beers?

Eugenia Van Beers ternyata adalah ibu dari Eddie Van Halen. Eugenia lahir di Lebak, Banten pada 21 September 1914. Ia merupakan putri dari pasangan Frans Van Beers dan Euginie Rygello Mafficioli der Castelletto, yang memiliki darah campuran Italia, Belanda dan Jawa.

Pasangan Frans dan Euginie saat itu memang menetap di Lebak, namun belum diketahui secara pasti, apa yang membawa mereka ke Lebak. Namun diperkirakan, Frans bekerja di perkebunan yang berada di Lebak.

Sedangkan ayah dari Eddie Van Halen bernama Jan Van Halen. Jan merupakan seorang peniup saxophone dan tergabung dalam sebuah grup musik di radio Belanda. Dia memutuskan untuk hijrah ke Indonesia, yang saat itu masih bernama Hindia Belanda, setelah perang dunia pertama.

Alkisah, karir musik Jan membawanya pergi ke berbagai tempat, hingga ke Indonesia. Saat mengunjungi Rangkasbitung, Jan bertemu dengan Eugenia Van Beers. Mereka jatuh cinta di Rangkasbitung, dan kemudian memutuskan untuk menikah di Jakarta pada 11 Agustus 1950.

Dari perkawinan ini kemudian lahirlah dua anak, yaitu Alexander Arthur Van Halen (Alex) dan Eduard Lodewijk Van Halen (Eddie). Alex dan Eddie kelak menjadi bintang rock dengan mendirikan grup music Van Halen. Alex memegang drum, sementara Eddie piawai memainkan gitar. Van Halen mencapai puncak kesuksesan pada dekade 80an hingga 90an.

Selamat jalan Eddie..😢

Editor : Raden Erik

Share and Protect
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *